Palembang & BI Rancang Pasar 26 Ilir Jadi Kuliner Modern

Dian P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 56 dibaca
Bisik.id
Palembang & BI Rancang Pasar 26 Ilir Jadi Kuliner Modern

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Kota Palembang dan Bank Indonesia (BI) bekerjasama menata ulang kawasan Pasar 26 Ilir, yang juga dikenal sebagai Pasar Sentral Kampung Pempek, di pusat kota Palembang. Penataan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata kuliner di wilayah strategis pusat kota.

Rencana penataan menitikberatkan pada perbaikan infrastruktur, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan. Tujuannya agar pasar dapat bersaing dengan kawasan modern dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, langsung mengunjungi area tersebut. Ia memeriksa kondisi fisik dan memastikan bahwa rencana tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan kesehatan lingkungan.

"Pasar 26 Ilir ini sudah dikenal luas, bahkan viral sebagai destinasi kuliner unggulan. Tantangan kita sekarang adalah meningkatkan kualitasnya agar naik kelas dan mampu bersaing dengan destinasi modern lainnya," ujar Isnaini, Kamis (23/4/2026).

Isnaini menjelaskan bahwa rencana penataan mencakup beberapa langkah strategis. Pertama, tampilan depan kawasan akan diperbaiki agar lebih representatif. Kedua, akan dibangun gerbang masuk yang ikonik sebagai identitas destinasi. Ketiga, jalur pedestrian akan ditingkatkan untuk menunjang kenyamanan pengunjung.

Selain itu, pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara menjadi perhatian utama. Hal ini bertujuan agar kawasan tetap higienis dan tidak mengganggu aktivitas pasar.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Perlu kolaborasi multipihak agar penataan ini optimal dan hasilnya benar-benar berdampak," tegas Isnaini.

Program ini sejalan dengan inisiatif Bank Indonesia dalam pengembangan kawasan Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS). Fokusnya adalah memperkuat ekosistem kuliner secara menyeluruh, bukan hanya pada sertifikasi produk.

Meskipun masih dalam tahap koordinasi teknis, Pemerintah Kota Palembang membuka peluang kerja sama lebih luas dengan sektor perbankan maupun swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR). Hal ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program.

"Saat ini banyak destinasi baru bermunculan. Jika kita tidak berbenah, Pasar 26 Ilir bisa tertinggal. Tapi kalau kawasan ini rapi, bersih, dan nyaman, pengunjung akan terus datang. Ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkas Isnaini.

Pemkot Palembang berharap kolaborasi tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga berlanjut pada pengelolaan kawasan yang berkelanjutan. Dengan begitu, Pasar 26 Ilir dapat menjadi wajah baru wisata kuliner Palembang yang modern, tertata, dan berdaya saing tinggi.

Dari langkah-langkah tersebut, terlihat bahwa pemerintah kota lebih menekankan pada integrasi antara kebersihan, infrastruktur, dan identitas visual. Keterlibatan masyarakat, pedagang, dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan penataan ini. Keberhasilan proyek ini juga dapat menjadi contoh bagi kota lain dalam memanfaatkan potensi kuliner lokal.

Pasar 26 IlirPalembangBank Indonesiapengembangan kulinerinfrastrukturkebersihanCSR

Komentar

Memuat komentar...