Palembang Evaluasi Car-Free Day, Siap Diluncurkan Juni
Gambar atau konten salah?
CFD atau car free day masih dalam tahap evaluasi di Palembang. Dinas Perhubungan Palembang terus memeriksa pelaksanaan kegiatan ini sebelum diluncurkan pada awal Juni. Pada 21 Mei 2026, Kepala Bidang Pengawasan, Pengendalian, dan Operasional (Wasdalops) Dishub Palembang, Ak Julyanzah, menegaskan pentingnya rapat teknis lapangan minggu depan agar peluncuran berjalan lancar.
“Rapat hari ini mengenai teknis lapangan untuk kegiatan minggu depan, supaya minggu berikutnya lagi saat launching berjalan lancar. Jadi, apa-apa kendala yang terjadi di minggu kemarin, kita evaluasi hari ini. Insyaallah di awal bulan depan saat acara launching tidak ada kendala di lapangan,” ujar Ak Julyanzah.
Evaluasi menyoroti penerapan sistem satu arah di Jalan Nagaswidak untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang dipicu aktivitas pasar. Selain itu, Dishub menekankan penutupan jalan di kawasan Jembatan Ampera yang dibagi menjadi dua sesi: pukul 08.00 WIB dan 09.00 WIB. “Untuk rekayasa jalan masih sama, yang jelas di Nagaswidak kita bikin satu arah karena di sana ada pasar dan jalurnya padat. Kami juga meminta masyarakat untuk mematuhi jadwal penutupan Jembatan Ampera dan memanfaatkan jalur alternatif bebas hambatan melalui Jembatan Musi 4, Musi 6, maupun Musi 2,” jelasnya.
Keamanan di lapangan tidak ditangani sendiri. Penebalan personel akan dilakukan secara gabungan dengan unsur kepolisian dan pihak kecamatan setempat. Mereka akan mengawal titik-titik krusial seperti Jalan Kol Atmo, Jalan Merdeka, hingga arah Jembatan Musi 6.
Regulasi juga memperketat keterlibatan pelaku UMKM. Masyarakat diminta tidak sembarangan menggelar lapak dagangan di sepanjang area CFD. Pemerintah Kota Palembang sudah menyiapkan area khusus bagi pedagang yang dikelola oleh komunitas resmi di lingkungan Masjid Lama.
“Fokus CFD ini untuk olahraga. Tapi untuk UMKM, sudah disiapkan tempat tersendiri. Kami juga mengimbau warga yang datang untuk mematuhi instruksi Pak Wali agar menjaga kebersihan dan membuang sampah makanan atau minuman pada tempat yang telah disediakan,” pungkas Ak Julyanzah.
Menanggapi pro dan kontra di masyarakat, Ak Julyanzah menilai dinamika tersebut wajar. “Di mana pun kegiatan baru, pro-kontra itu biasa. Tapi ini adalah kegiatan positif dari Pemerintah Kota, program dari Pak Wali yang dampaknya sangat bagus untuk masa depan masyarakat. Kami mohon dukungan dari masyarakat dan instansi terkait agar program ini sukses,” katanya.
Dengan evaluasi yang cermat, penebalan personel, dan pengaturan lalu lintas yang terstruktur, Palembang berusaha memastikan CFD berjalan tanpa hambatan. Fokus pada kebersihan, keamanan, dan dukungan UMKM menandai upaya kota untuk menciptakan acara yang terorganisir dan bermanfaat bagi semua pihak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Palembang: Gaji ke-13 ASN 2026, Rp 89 Miliar Alokasi
Evaluasi CFD Palembang: PKL Dikonfigurasikan di Zona Khusus
Prabowo Tunjuk Nanik Deyang Jadi Kepala BGN, Harap MBG
Berita Terbaru
Paula Hurd & Bill Gates Bersinergi di Breakthrough Prize 2026
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
