Palembang Luncurkan Program KIE untuk Turunkan Sampah 1.000 Ton Hari

Agus P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 65 dibaca
Bisik.id
Palembang Luncurkan Program KIE untuk Turunkan Sampah 1.000 Ton Hari

Gambar atau konten salah?

Palembang – Produksi sampah di kota ini mencapai 1.000 ton per hari. Untuk menekan angka tersebut, Pemerintah Kota Palembang mengadopsi pendekatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KEI) kepada masyarakat.

Menurut Aprizal Hasyim, Sekretaris Daerah Kota Palembang, “Per hari hampir mencapai 1 ton sampah. Untuk itu, pengelolaan sampah bukan hanya tugas DLHK atau petugas pasukan kuning saja, tetapi wajib melibatkan seluruh lapisan masyarakat.”

Rilis tersebut diterima pada Sumbagsel, Kamis 9 April 2026. Aprizal menjelaskan bahwa program ini merupakan instruksi langsung dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Melalui program KIE masyarakat akan diberikan pemahaman lebih komprehensif terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dari tingkat rumah tangga,” ujarnya. Ia menekankan bahwa perubahan harus dimulai di rumah: “Mulai dari rumah tangga kita dulu, rumah kita biasakan hidup bersih dan tidak membuat sampah sembarang apa lagi buang sampah ke sungai.”

Ahmad Mustain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, menegaskan bahwa edukasi menjadi kunci utama menekan volume sampah. Ia menyatakan, “Saat ini rata-rata produksi sampah per individu mencapai 0,7 kilogram per hari. Melalui edukasi masif, angka tersebut ditargetkan turun menjadi 0,3 kilogram per orang.”

Program ini juga akan diintegrasikan dengan Langkah Strategis Pengelolaan Sampah (LSDP) dari Kementerian Dalam Negeri. Sebagai langkah awal, dua kecamatan, Sukarami dan Sako, ditunjuk sebagai proyek percontohan.

“Kami pilih karena lokasinya cukup jauh dari pusat pengolahan di Keramasan. Jika berhasil, volume sampah ke hilir bisa berkurang drastis,” jelas Aprizal.

Berbagai strategi disiapkan, mulai dari mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai hingga mendorong pengolahan sampah rumah tangga menjadi kompos. Selain itu, edukasi juga menyasar pelajar dengan mendorong seluruh sekolah meraih predikat Adiwiyata agar kesadaran lingkungan tumbuh sejak dini.

Mustain menambahkan, “Ke depan, pengelolaan sampah akan diperkuat di tingkat kecamatan melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), sehingga hanya residu yang diangkut ke tempat pembuangan akhir.” Ia juga menekankan potensi penghematan anggaran daerah, khususnya biaya operasional dan transportasi.

Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir dan Laut KLH, Sahid Muhaddar, menegaskan bahwa pendekatan KIE difokuskan pada perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, bukan sekadar mengejar penghargaan. Ia berkata, “Kalau KIE itu kan kita lakukan apa? Ada sosialisasi, kita cari satu kecamatan menjadi pilot project kita. Pilot project-nya umpamanya sampah sehari 1 kg, dengan KIE bisa nggak jadi 0,5 kg atau pun 0,4 kg per hari, Kalau pilah sampah kan bagus, kalau plastik ada harga bisa dijual, plastik tidak berharga bisa dimanfaatkan yang lain.”

Pemerintah Kota Palembang berharap edukasi KIE dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi dan memilah sampah, sehingga timbunan sampah harian dapat ditekan menjadi lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan di masa mendatang.

Dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan mengintegrasikan program dengan kebijakan nasional, Palembang berupaya mengubah kebiasaan warga menjadi lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Hasilnya, tidak hanya tercipta kota yang lebih bersih, tetapi juga potensi penghematan biaya operasional bagi daerah.

PalembangProduksi sampahKEIDLHKTPSTAdiwiyataSukaramiSako

Komentar

Memuat komentar...