Palembang Rayakan Tari Sedunia di Sultan Mahmud Badaruddin
Gambar atau konten salah?
Pada hari Rabu, 29 April 2026, Pemerintah Kota Palembang bersinergi dengan Komunitas Sanggar Tari Palembang (SATAPA) untuk membuka peringatan Hari Tari Sedunia 2026 di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Acara ini dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi tari khas Palembang yang mulai tergerus oleh zaman.
Acara utama menampilkan aksi dua penari yang menari selama 10 jam non‑stop. Penampilan ini diharapkan menjadi simbol ketahanan budaya dan menegaskan komitmen pemerintah serta komunitas seni untuk menjaga eksistensi tari tradisional.
"Melalui kegiatan ini, kita ingin menghidupkan kembali tradisi budaya menari di Kota Palembang. Kita ingin masyarakat tahu bahwa Palembang ini kaya dengan tari‑tarian," ujar Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Sulaiman Amin, dalam sambutannya.
Ia juga menyoroti fenomena berkembangnya tari kreasi yang menurutnya mulai meninggalkan pakem tradisi. "Kita sekarang justru agak miris, banyak tari‑tarian yang kreasi, bukan berdasarkan pakem‑pakemnya sesuai dengan yang diwariskan oleh nenek moyang kita," ungkapnya.
Lokasi yang dipilih, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, dibangun pada tahun 1823 hingga 1825 dan merupakan peninggalan bersejarah abad ke‑19. Sebelum berdiri, kawasan ini juga menjadi keraton Kesultanan. Bangunan ini dipilih karena nilai historisnya yang tinggi serta sebagai simbol perjalanan panjang budaya Palembang.
Rangkaian acara tidak hanya menampilkan dua penari, tetapi juga akan ditutup dengan tari kolosal yang melibatkan sekitar 1.000 penari dari Palembang dan daerah sekitarnya di Sumatera Selatan. Penampilan ini diharapkan memperlihatkan kekayaan dan keragaman gerakan tari yang masih hidup di wilayah tersebut.
Selain peringatan Hari Tari Sedunia, Pemerintah Kota Palembang juga merencanakan perayaan Hari Ulang Tahun Kota Palembang pada 17 Juni 2026. Kegiatan ini akan dipusatkan di lokasi yang sama dan mencakup berbagai program budaya, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mempromosikan warisan lokal.
Dalam sambutannya, Sulaiman menegaskan harapannya agar masyarakat dapat berkolaborasi dengan pemerintah dalam melestarikan tradisi dan budaya. Ia berharap agar kekayaan tradisi Palembang dapat terus dieksplorasi dan diperkenalkan secara luas.
Dengan rangkaian acara yang melibatkan penari profesional, masyarakat umum, dan warisan sejarah, peringatan Hari Tari Sedunia 2026 di Palembang menjadi ajang bagi warga kota untuk merayakan identitas budaya mereka. Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya menjaga tradisi dalam menghadapi perkembangan seni modern yang semakin kreatif.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Palembang: Gaji ke-13 ASN 2026, Rp 89 Miliar Alokasi
Evaluasi CFD Palembang: PKL Dikonfigurasikan di Zona Khusus
Prabowo Tunjuk Nanik Deyang Jadi Kepala BGN, Harap MBG
Pemerintah Sumsel Peringatkan Risiko Penyakit Selama Kemarau
Berita Terbaru
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
