Palembang Rayakan Tari Sedunia di Sultan Mahmud Badaruddin

Vera T. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Palembang Rayakan Tari Sedunia di Sultan Mahmud Badaruddin

Gambar atau konten salah?

Pada hari Rabu, 29 April 2026, Pemerintah Kota Palembang bersinergi dengan Komunitas Sanggar Tari Palembang (SATAPA) untuk membuka peringatan Hari Tari Sedunia 2026 di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Acara ini dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi tari khas Palembang yang mulai tergerus oleh zaman.

Acara utama menampilkan aksi dua penari yang menari selama 10 jam non‑stop. Penampilan ini diharapkan menjadi simbol ketahanan budaya dan menegaskan komitmen pemerintah serta komunitas seni untuk menjaga eksistensi tari tradisional.

"Melalui kegiatan ini, kita ingin menghidupkan kembali tradisi budaya menari di Kota Palembang. Kita ingin masyarakat tahu bahwa Palembang ini kaya dengan tari‑tarian," ujar Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Sulaiman Amin, dalam sambutannya.

Ia juga menyoroti fenomena berkembangnya tari kreasi yang menurutnya mulai meninggalkan pakem tradisi. "Kita sekarang justru agak miris, banyak tari‑tarian yang kreasi, bukan berdasarkan pakem‑pakemnya sesuai dengan yang diwariskan oleh nenek moyang kita," ungkapnya.

Lokasi yang dipilih, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, dibangun pada tahun 1823 hingga 1825 dan merupakan peninggalan bersejarah abad ke‑19. Sebelum berdiri, kawasan ini juga menjadi keraton Kesultanan. Bangunan ini dipilih karena nilai historisnya yang tinggi serta sebagai simbol perjalanan panjang budaya Palembang.

Rangkaian acara tidak hanya menampilkan dua penari, tetapi juga akan ditutup dengan tari kolosal yang melibatkan sekitar 1.000 penari dari Palembang dan daerah sekitarnya di Sumatera Selatan. Penampilan ini diharapkan memperlihatkan kekayaan dan keragaman gerakan tari yang masih hidup di wilayah tersebut.

Selain peringatan Hari Tari Sedunia, Pemerintah Kota Palembang juga merencanakan perayaan Hari Ulang Tahun Kota Palembang pada 17 Juni 2026. Kegiatan ini akan dipusatkan di lokasi yang sama dan mencakup berbagai program budaya, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mempromosikan warisan lokal.

Dalam sambutannya, Sulaiman menegaskan harapannya agar masyarakat dapat berkolaborasi dengan pemerintah dalam melestarikan tradisi dan budaya. Ia berharap agar kekayaan tradisi Palembang dapat terus dieksplorasi dan diperkenalkan secara luas.

Dengan rangkaian acara yang melibatkan penari profesional, masyarakat umum, dan warisan sejarah, peringatan Hari Tari Sedunia 2026 di Palembang menjadi ajang bagi warga kota untuk merayakan identitas budaya mereka. Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya menjaga tradisi dalam menghadapi perkembangan seni modern yang semakin kreatif.

Hari Tari Sedunia 2026Museum Sultan Mahmud Badaruddin IISanggar Tari Palembang (SATAPA)Pemerintah Kota PalembangTari tradisional PalembangTari kolosal 1.000 penariModernisasi seni

Komentar

Memuat komentar...