Palembang Siapkan Siaga Banjir Akibat Cuaca Ekstrem

Dian P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 66 dibaca
Bisik.id
Palembang Siapkan Siaga Banjir Akibat Cuaca Ekstrem

Gambar atau konten salah?

Di Palembang, pemerintah kota menegaskan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem. Wali Kota Ratu Dewa memerintahkan semua pejabat dan perangkat daerah untuk menyiapkan status siaga banjir. Tujuannya mengurangi dampak pada aktivitas masyarakat dan pelayanan publik.

Instruksi tersebut menyoroti beberapa langkah penting. Pertama, kesiapan personel menjadi prioritas. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta memastikan tenaga kerja, alat, dan sistem pendukung dalam kondisi siap siaga. “Seluruh perangkat daerah harus meningkatkan status kesiapsiagaan. Pastikan personel, peralatan, dan sistem pendukung dalam kondisi siap siaga,” kata Ratu Dewa pada hari Jumat, 24 April 2026.

Selanjutnya, infrastruktur drainase harus dioptimalkan. Pembersihan saluran air, drainase, dan sungai dari sampah serta sedimen menjadi tugas utama. “Dinas terkait harus segera bergerak melakukan pembersihan. Jangan sampai aliran air terhambat karena kelalaian kita,” ungkapnya. Upaya ini dianggap krusial untuk mencegah genangan dan banjir di titik-titik rawan.

Koordinasi lintas sektor juga diberi sorotan. Pemerintah kota diminta memperkuat sinergi antara OPD, kecamatan, kelurahan, serta instansi vertikal seperti TNI dan Polri. Tujuannya mempercepat respons saat banjir terjadi. Ratu Dewa menekankan perlunya pemetaan wilayah rawan banjir secara intensif. “Kita harus tahu titik-titik rawan dan melakukan pemantauan secara berkala. Jangan menunggu sampai terjadi banjir baru bertindak,” tegasnya.

Kesiapan logistik menjadi perhatian serius. Pemerintah diminta menyiapkan kebutuhan darurat—bahan pokok, obat-obatan, dan posko siaga di lokasi strategis. Masyarakat juga diimbau tetap waspada, tidak membuang sampah sembarangan, dan mengikuti arahan petugas jika terjadi kondisi darurat. “Peran masyarakat juga penting. Kesadaran untuk menjaga lingkungan menjadi kunci utama dalam mencegah banjir,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi kemacetan akibat genangan, khususnya di jalan-jalan poros kota, Ratu Dewa meminta penguatan sistem pompanisasi serta pengaturan personel di lapangan. “Jangan sampai terjadi penumpukan kendaraan hingga berjam-jam. Penanganan harus cepat dan merata di titik-titik rawan,” tegasnya.

Satgas yang telah dibentuk diharapkan segera bergerak aktif di wilayah masing-masing. Satgas tersebut melibatkan unsur kelurahan, kecamatan, dan OPD terkait. Seluruh perangkat daerah diwajibkan siaga komunikasi selama 24 jam dan melaporkan kondisi terkini secara berkala kepada wali kota, terutama saat curah hujan tinggi.

Ratu Dewa menutup instruksi dengan menekankan pentingnya pelaporan real time. “Setiap perkembangan di lapangan harus dilaporkan secara real time, disertai dokumentasi video. Ini penting untuk memastikan penanganan berjalan maksimal,” tutupnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah kota Palembang menunjukkan pendekatan komprehensif, menggabungkan infrastruktur, koordinasi, dan partisipasi publik untuk menghadapi risiko banjir.

PalembangbanjirkesiapsiagaanOPDinfrastruktur drainasekoordinasi lintas sektorlogistik darurat

Komentar

Memuat komentar...