Palembang Tetap Naik 5,6% Meski Geopolitik Memanas

Ani R. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
Palembang Tetap Naik 5,6% Meski Geopolitik Memanas

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Kota Palembang menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tetap stabil meski dunia sedang mengalami dinamika geopolitik yang intens. Pada periode ini, perekonomian Palembang mencatat kenaikan sebesar 5,6 persen.

Meski situasi global memanas, terutama konflik di Iran, Israel, dan Amerika Serikat, ekonomi Palembang tetap bertahan. Menurut Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, “Meski geopolitik global memanas seperti konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat, ekonomi Palembang tetap bertahan, meski dampak makro tetap berpotensi terjadi,” ujarnya saat ditemui, Rabu (15 April 2026).

Isnaini menambahkan bahwa ketegangan geopolitik biasanya memengaruhi harga minyak dunia, emas, dan barang impor. “Biasanya yang terpengaruh signifikan itu harga minyak dunia, kemudian harga emas, dan juga barang-barang impor. Ini tentu sedikit banyak akan berdampak pada perekonomian secara makro,” ujarnya.

Namun, hingga saat ini, dampak tersebut belum dirasakan secara signifikan di tingkat daerah, khususnya pada sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat. Untuk memperkuat gambaran, Isnaini mencontohkan kegiatan Car Free Night (CFN) yang baru saja dilaksanakan. “Untuk sementara ini belum ada efek, belum ada untuk khususnya untuk pariwisata. Contohnya kalo kita lihat pas CFN kemarin. Baru satu jam saja, kuliner sudah banyak yang habis. Ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih tetap tinggi,” katanya.

Ia menekankan bahwa daya beli masyarakat adalah indikator penting dalam menilai kekuatan ekonomi suatu daerah. Tingginya daya beli menandakan bahwa aktivitas ekonomi berjalan baik dan masyarakat mampu berbelanja.

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kota Palembang optimistis bahwa perekonomian daerah akan tetap stabil dan terus tumbuh, meski menghadapi tantangan dari dinamika global. Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Palembang pasca Lebaran tetap tumbuh, meski melambat di kisaran 4,93 hingga 5,7 persen, serta terus mengantisipasi inflasi melalui pasar murah dan kerja sama antardaerah.

Kepala Perwakilan BI Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyoroti pentingnya digitalisasi UMKM di Palembang sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal. Ia menyatakan, “Harapannya kalau ini terus semakin banyak, tentunya bisa menjadi sumber pembiayaan bagi perbankan syariah dan bahkan kepada investor-investor asing ke depannya,” ujarnya.

Bambang juga menyebutkan bahwa salah satu fokus pengembangan berada di Kampung Pempek 26 Ilir Palembang. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat kuliner khas yang dapat diperkuat melalui sistem transaksi digital. Digitalisasi tersebut bertujuan memastikan konsumen merasa nyaman saat berbelanja, baik menggunakan pembayaran tunai maupun non-tunai. Selain itu, penerapan prinsip syariah yang ramah muslim juga menjadi nilai tambah bagi daya tarik kawasan tersebut.

Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Palembang setelah Lebaran tetap menunjukkan tren positif meski mengalami perlambatan, seiring dengan pola konsumsi masyarakat yang biasanya menurun usai periode Ramadan dan Idulfitri. “Pertumbuhan ekonomi kalau di Lebaran biasanya kalau polanya habis Lebaran dia masih tumbuh, tapi agak melambat. Nah, ini berapa melambatnya tentunya makanya kita menjaga tidak jauh-jauhlah angkanya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 4,93 persen hingga 5,7 persen, dengan berbagai upaya terus dilakukan untuk mendorong peningkatan dari capaian sebelumnya.

Secara keseluruhan, Palembang menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat di tengah ketegangan global. Pertumbuhan yang stabil, daya beli masyarakat yang tinggi, dan upaya digitalisasi UMKM menandakan bahwa perekonomian daerah masih berada pada jalur yang sesuai dengan target pemerintah. Dengan demikian, Palembang dapat menghadapi tantangan ekonomi makro sambil terus memperkuat sektor lokal dan memperluas akses pembiayaan, baik bagi perbankan syariah maupun investor asing.

Perekonomian PalembangGeopolitikDaya BeliDigitalisasi UMKMKampung PempekBank IndonesiaPertumbuhan Ekonomi

Komentar

Memuat komentar...