Pamekasan Dituding MBG Balita Terlalu Pedas, Netizen Marah
Gambar atau konten salah?
Video dan foto yang beredar di beberapa platform media sosial menunjukkan menu makan bergizi gratis (MBG) di Pamekasan. Dalam gambar tersebut, menu untuk balita terdiri dari nasi, tahu, ayam tepung kecil, dan sambal. Kemasan menggunakan kertas bungkus, dan semua lauk serta sambal dimasukkan dalam satu bungkus.
Sosial media menampilkan foto MBG yang diberikan di posyandu balita. Foto tersebut memperlihatkan satu potong tahu, dua potong ayam tepung, lalapan kubis dan timun, serta nasi yang ¼ bagiannya sudah terkena sambal. Netizen terheran karena balita tidak seharusnya mengkonsumsi sambal pedas.
Salah satu komentar di Threads, X, dan Facebook menyatakan, “Sejak kapan anak kecil bisa makan pake sambel, mana sambelnya puedes banget,” seperti yang terlihat pada 10 April 2026. Komentar tersebut menyoroti ketidakcocokan penggunaan sambal pada menu balita.
Netizen juga mengkritik penggunaan nasi bungkus untuk MBG balita, yang dianggap tidak sesuai anggaran. Komentar lain berbunyi, “Ini kaya beli nasi di warteg 10rb,” dan “Bukannya saya bela kakaknyaa. tapi saya juga dapat packaging kek kakanya, pake kekrtas nasi isinya kurang lebih kek kakanyaa juga. Without sambal aja wkwk tapi cuma dapat ⅔ kali dalam seminggu. Katanya sih untuk makanan si kecil, btw anak ku umur 1 tahun 3 bulan,”.
Aduan menu MBG yang tidak sesuai ini telah dilihat lebih dari 1 juta kali dan disukai hampir 14.000 orang. Reaksi publik menunjukkan kekhawatiran tentang kebijakan pemberian makanan bagi balita.
Beberapa public figure turut berkomentar. Salah satunya Kunto Aji menulis komentar singkat, “Panen buzzer,”, yang mencerminkan reaksi netizen terhadap konten tersebut.
Penelusuran menunjukkan unggahan tersebut bermula dari salah satu pengguna Threads yang membagikan menu MBG yang diterima untuk anaknya yang masih balita. Pengguna tersebut memperoleh izin untuk mengutip dan memberitakan hal ini.
Reaksi publik menyoroti pentingnya kebijakan makanan sehat bagi balita dan peran media sosial dalam memantau pelaksanaan program MBG di Pamekasan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
