Pamekasan Kena Kanker Payudara, Banyak Pasien Terdeteksi Lama
Gambar atau konten salah?
Pamekasan masih menghadapi masalah serius akibat kanker payudara, salah satu ancaman kesehatan utama bagi perempuan di daerah tersebut. Penyakit ini sering terdeteksi pada stadium lanjut, sehingga menambah beban bagi sistem kesehatan.
Menurut data, pada tahun 2025 terdapat 125 orang pasien BPJS di puskesmas yang terdiagnosis kanker payudara. Angka ini diperkirakan lebih tinggi karena masih banyak masyarakat yang terlambat melakukan pemeriksaan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan menegaskan bahwa banyak pasien baru datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah berada di stadium lanjut. Hal ini disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan dini serta minimnya pengetahuan mengenai gejala awal.
"Sebagian besar pasien baru memeriksakan diri setelah merasakan keluhan yang cukup parah. Padahal, jika terdeteksi lebih awal, peluang sembuh jauh lebih besar," ujar Saifudin Kadinkes Pamekasan, Rabu 06 Mei 2026.
Gejala kanker payudara biasanya terlihat lewat perubahan pada payudara. Berikut tanda-tanda awal yang perlu diwaspadai:
- Benjolan di payudara – biasanya tidak nyeri sehingga sering diabaikan, terasa keras dan tidak mudah digerakkan.
- Perubahan bentuk atau ukuran payudara – salah satu payudara terlihat berbeda atau mengalami pembengkakan tanpa sebab yang jelas.
- Perubahan pada kulit payudara – kulit tampak seperti kulit jeruk, kemerahan, atau menebal.
- Perubahan pada puting – puting tertarik ke dalam atau mengeluarkan cairan, baik bening maupun berdarah.
- Nyeri yang tidak biasa – nyeri berlangsung terus-menerus meski tidak selalu muncul pada tahap awal.
Dinas Kesehatan terus berupaya meningkatkan penanganan. Salah satu langkahnya adalah memperkuat layanan di rumah sakit serta menyediakan alat deteksi seperti mammografi. Selain itu, edukasi kepada masyarakat terkait pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) juga terus digencarkan.
Namun, keterbatasan fasilitas spesialis di daerah menjadi kendala. Sebagian pasien harus dirujuk ke luar daerah untuk penanganan lanjutan. "Karena di Pamekasan tidak ada RS yg mempunyai poli onkologi, maka semua pasien terpaksa dirujuk ke Surabaya," tambahnya.
Secara nasional, kanker payudara merupakan jenis kanker dengan kasus tertinggi pada perempuan di Indonesia. Kondisi di Pamekasan mencerminkan tren tersebut. Pemerintah dan tenaga kesehatan mengimbau masyarakat, khususnya perempuan, untuk lebih waspada terhadap perubahan pada tubuh dan rutin melakukan pemeriksaan. Deteksi dini menjadi kunci utama untuk menekan angka kematian akibat kanker payudara.
Kesadaran dan pemeriksaan rutin dapat menurunkan risiko kematian. Keterbatasan fasilitas di daerah menuntut upaya lebih, baik dari pemerintah maupun masyarakat, agar deteksi lebih cepat dan penanganan lebih mudah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
PLN Junivaganza: Voucher Rp10.000 untuk Token Listrik
7 SPPG Malang Disuspend Karena Masalah IPAL, Siap Kembali
Persaingan Tinggi pada UTBK Plus Unair 2026 Untuk Mahasiswa
Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste di Laga Kedua AFF U-19 2026
Semampir: Mobil Baleno, 8 Jeriken Pertalite Ditemukan
1 Muharram Jadi Puncak Tahun Baru Islam, Sejarah Hijrah
Berita Terbaru
UTM Dapat Izin Buka Dua Program Kedokteran, Mulai 2026/2027
PT PP & Kemen Pekerjaan Umum Selesaikan 69 SPPG dalam 37 Hari
Gubernur Bengkulu Minta BPKAD Cepat Pencairan Gaji ke-13 ASN
USU Buka Proses Banding UKT, Mahasiswa Bisa Perbaiki Tarif
PLN Junivaganza: Voucher Rp10.000 untuk Token Listrik
Gaji Tertinggi Pelatih Tim Nasional: Ancelotti Rp 182,2 M
Telkom Luncurkan AIcosystem: Ekosistem AI Jakarta Nusantara
Mengajar di Ponpes Cipasung: Santri Kuasai Konten Digital
