Pameran Watercolour Puti Mustika di Artotel: Emosi Bunga

Fajar H. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 127 dibaca
Bisik.id
Pameran Watercolour Puti Mustika di Artotel: Emosi Bunga

Gambar atau konten salah?

Whispers in Blooms: A Private Floral Affair resmi dibuka pada 10 April 2026 di Artotel Casa Kuningan. Pameran ini menampilkan karya-karya lukisan watercolour yang lembut, intuitif, dan penuh makna emosional oleh seniman muda Puti Mustika.

Senior Sales Manager Artotel Casa Kuningan, Bayu Siswoyo Putra, mengatakan, “Pameran seni ini sebagai suatu bentuk apresiasi Artotel Group kepada para penggiat seni. Kolaborasi ini harus terus berjalan, karena tidak hanya untuk menampilkan karya yang estetik, melainkan juga penurunan emosi dan makna,” pada hari Jumat, 10 April 2026.

Art Director Artotel Group, Windi Salomo, menegaskan, “Memang menjadi misi dari Artotel untuk menjadi rumah dan ruang pameran bagi seniman di tanah air. Sehingga sore ini dengan kehadiran Puti Mustika dalam ajang pameran tunggal pertamanya, menjadi wujud dari pedulinya kita terhadap seniman tanah air,”.

Puti Mustika memulai perjalanan seni pada tahun 2017 setelah tertarik pada dunia lukis. Ia belajar secara otodidak dan akhirnya menekuni teknik watercolour sebagai ciri khas dalam karya-karyanya. Melalui teknik ini, Puti mengeksplorasi berbagai bentuk ekspresi, khususnya dalam tema floral dan botanical yang menjadi identitas visualnya.

Founder dan Director EIARTI, Adri Tirtoarrazaq, menyebut Puti sebagai sosok seniman yang menarik dan mau banyak belajar. Ia berkata, “Puti ini menarik karena semua karyanya hasil dari dia belajar otodidak. Jadi cara bikinnya dia belajar sendiri, tekniknya belajar sendiri, referensinya cari sendiri. Sehingga yang bisa kita tangkap adalah kalau ada kemauan, itu bisa,”.

Puti mengingat awalnya penasaran dengan kuas pada tahun 2017. Ia berkata, “Awal mula penasaran sama kuas itu tahun 2017, dari sana saya join EIARTI bersama Adri dan mulai ikut workshop,”. Dari pengalaman tersebut, ia mulai mempelajari berbagai teknik dan pengetahuan baru yang membawanya pada proses eksplorasi yang lebih dalam. Sejak saat itu, ia mulai mencoba membuat berbagai karya secara mandiri.

Ia menyadari kemampuannya terus berkembang dan membuka keyakinan bahwa ia mampu menghasilkan karya yang lebih serius. “Dari proses mencoba tersebut, ia menyadari bahwa kemampuannya terus berkembang dan membuka keyakinan bahwa ia mampu menghasilkan karya yang lebih serius,” ungkapnya.

Bagi Puti, melukis bukan sekadar aktivitas berkarya, melainkan menjadi ruang istirahat di tengah rutinitas yang melelahkan. Ia menjadikan proses melukis sebagai cara untuk menenangkan diri dan melepas penat. “Dari sana saya mulai coba untuk gambar, walau hasilnya sangat amatir ya saat itu. Setiap pulang kantor, capek, jam setengah satu, tapi pingin gambar, ya udah ayok. Karena itu istirahatnya,” ujar Puti dalam sharing session di Opening Exhibition-nya.

Putu memilih watercolour karena sifatnya yang tidak bisa diprediksi. Ia menjelaskan, “Pertama kali tertarik pakai watercolour karena dengar dari salah satu video Youtube yang bahas tentang teknik watercolour wet‑on‑wet, katanya kalau pakai watercolour wet‑on‑wet itu akan selalu punya magic, kita nggak pernah tahu itu akan sebasah apa, ketika kita taruh satu pigmented warna, dibawa kemana itu surprise untuk kita, jadi itu magicnya,”. Ia menambahkan, “Kita nggak bisa kasih ekspektasi yang set, karena pasti akan turun warnanya, atau bahkan nggak spreading, tapi ya itu, happy accident dan perfectly‑imperfect itu, bisa kita dapat di situ.”

Putu banyak mengeksplorasi bunga sebagai objek utama. Ia mengatakan, “Saya suka bunga, tapi untuk koleksi saja nggak cukup. Dengan menggambar, saya bisa menyuarakan emosi dan kesukaan saya terhadap bunga.” Inspirasi karya Puti sering datang dari puisi dan kutipan yang ia hubungkan dengan filosofi bunga. Ia mengakui bahwa banyak karyanya lahir dari perasaan sedih atau galau. “Saat itu lagi mix feeling, saya ingin menyampaikan kesedihan dengan bunga. Jadi seperti blooming, apapun yang hancur di dalam, divisualisasikan dengan indah melalui bunga itu sendiri,” ungkapnya.

Pameran ini dibuka pada 10 April 2026 dan akan berlangsung hingga 12 Juli 2026. Pengunjung dapat menikmati lima karya terbaik Puti di Artotel Casa Kuningan yang berlokasi di Jl. Denpasar Raya, RT.8/RW.3, Kuningan, Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Puti berharap pameran ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya bagi mereka yang ingin mulai berkarya. Ia ingin menunjukkan bahwa proses belajar dan eksplorasi bisa dimulai dari mana saja, selama memiliki kemauan dan konsistensi.

Dengan menampilkan lukisan watercolour yang penuh kejutan, pameran ini menyoroti bagaimana seni dapat menjadi medium untuk mengekspresikan emosi dan pengalaman pribadi. Artotel Casa Kuningan, sebagai ruang artistik, memberikan platform bagi seniman muda seperti Puti Mustika untuk berbagi karya dan berkolaborasi dengan penggemar seni di Indonesia. Pameran ini sekaligus memperkuat komitmen Artotel Group sebagai rumah bagi seniman tanah air, menegaskan nilai seni dalam kehidupan sehari‑hari.

Pameran seniArtotel Casa KuninganPuti MustikaWatercolourSeniman mudaFloralEkspresi emosiEIARTI

Komentar

Memuat komentar...