Panduan Bersih Rumah Pasca Banjir Indonesia: Langkah Aman
Gambar atau konten salah?
Beberapa wilayah di Indonesia diperkirakan akan memasuki musim kemarau pada April 2026. Meski demikian, banyak daerah masih diselimuti hujan deras, bahkan terjadi banjir yang menimpa pemukiman. Banjir yang menggenang di rumah tidak hanya membawa air, tetapi juga lumpur, kotoran, dan binatang berbahaya. Karena itu, membersihkan rumah pasca banjir menjadi tugas yang sulit dan berisiko tinggi.
Menurut laman University of Minnesota, rumah yang terendam banjir tidak cukup dibersihkan dengan cara biasa. Air yang masuk membawa mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit. Rumah dan barang di dalamnya harus disterilkan atau didisinfeksi. Prosedur keamanan yang baik juga diperlukan agar tidak terjadi kecelakaan.
Berikut ini daftar perlengkapan dan cairan yang harus disiapkan sebelum memulai proses pembersihan:
- Alat kebersihan: sapu, pel, sikat, kain pembersih.
- Alat pengangkat lumpur: sekop atau alat serupa.
- Cairan disinfektan: produk berbahan klorin, trisodium fosfat, atau cairan pembersih rumah tangga.
- Detergen serbaguna untuk pakaian dan barang berbahan kain.
- Cairan pemutih berbahan klorin untuk karpet dan furnitur.
- Cairan disinfektan berbahan minyak pinus untuk kain yang tidak aman di-bleaching.
- Sarung tangan, sepatu boot, kacamata pelindung, masker N‑95.
- Alat pertolongan pertama (P3K).
Jika ingin membuat cairan disinfektan sendiri, NSW Health merekomendasikan campuran 10 liter air dengan 50 ml cairan 4 % klorin. Untuk klorin kolam (12,5 %), campurkan 10 liter air dengan 8–16 ml. Selalu pakai sarung tangan dan ikuti petunjuk pada kemasan.
Berikut 12 langkah yang disarankan oleh American Cleaning Institute, FEMA, EPA, US CDC, NSW Health, dan University of Minnesota:
- Dokumentasikan kondisi rumah sebelum dibersihkan. Ambil foto atau video semua kerusakan. Ini penting bagi klaim asuransi.
- Siapkan perlindungan diri. Pakai baju lengan panjang, celana panjang, sepatu boot, sarung tangan karet atau plastik. Jika memungkinkan, gunakan kacamata pelindung dan masker N‑95. Siapkan P3K.
- Matikan gas dan aliran listrik. Perhatikan kabel listrik yang terputus agar tidak tersetrum. Gunakan sepatu boot berbahan karet.
- Periksa struktur rumah. Cek pondasi, dinding, lantai, dan jendela. Pastikan sistem listrik aman.
- Kuras air di rumah dan sumur. Gunakan sekop, ember, atau pompa. Di ruang bawah tanah, kuras sekitar ⅓ volume air per hari. Untuk sumur, pompa air hingga jernih, lalu bersihkan dengan cairan disinfektan dan biarkan 12 jam.
- Keluarkan barang terendam banjir. Barang yang terendam lebih dari 2 hari dapat menumbuhkan jamur. Bersihkan dengan disinfektan, jemur hingga kering. Buang barang yang sulit dikeringkan atau yang terkontaminasi makanan.
- Buang lumpur dan bersihkan permukaan rumah. Setelah barang keluar, bersihkan lumpur dengan sekop dan ember. Cuci lantai dengan selang, air hangat, cairan pembersih, dan sikat. Bersihkan kembali dengan disinfektan. Untuk kayu berjamur, gunakan natrium karbonat atau trisodium fosfat, atau campuran boraks dan air.
- Bersihkan dinding dan lepaskan insulasi. Pastikan tidak ada air atau lumpur pada dinding. Lepaskan panel kayu atau pelapis dinding yang sulit dibersihkan.
- Keringkan permukaan rumah. Buka pintu dan jendela saat cuaca kering. Gunakan kipas dan dehumidifier. Periksa celah-celah yang mungkin terkena air.
- Cuci pakaian dan barang berbahan kain. Bersihkan kotoran, cuci dengan air biasa dan deterjen, lalu cuci lagi dengan air bersuhu tinggi dan deterjen serta disinfektan. Ulangi sampai air bekas bersih. Jemur hingga kering.
- Pilah sampah dan buang sesuai aturan. Pisahkan barang elektronik, baterai, dan sampah B3. Bawa ke tempat pembuangan yang ditentukan.
- Terapkan kebersihan diri. Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang terkena banjir. Cuci tangan setelah membersihkan rumah.
Setelah semua langkah selesai, rumah akan lebih aman dan bersih. Proses pembersihan memerlukan waktu, tenaga, dan perhatian terhadap detail. Mengikuti prosedur ini dapat mengurangi risiko kesehatan dan kerusakan lebih lanjut.
Arum Sekar Pertiwi, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker, menulis artikel ini untuk membantu masyarakat memahami cara membersihkan rumah pasca banjir dengan aman dan tepat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
Berita Terbaru
Kementerian Agama Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Puasa 1 Muharram
Bom Incendiary Ditemukan dan Dimusnahkan di Sungai Ariyau, Jayapura
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
Indonesia Open 2026: 16 Besar di Istora Senayan, Menang
Prabowo Buka Penerbangan Bandara Bandung & Yogyakarta
Messi Terima Penghargaan Putri Asturias di Kansas City
Garuda Muda vs Timor Leste: Piala AFF 2026 di Sumut
Safari Apple: Kecepatan, Baterai, dan Privasi Unggul
