Panduan Lengkap Qadha Puasa Ramadan di Bulan Syawal

Teguh A. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 47 dibaca
Bisik.id
Panduan Lengkap Qadha Puasa Ramadan di Bulan Syawal

Gambar atau konten salah?

Puasa Ramadan adalah kewajiban bagi semua umat Islam di seluruh dunia. Setelah melewati bulan suci Ramadan 1447 H, mereka yang pernah absen atau meninggalkan puasa harus menggantinya di luar bulan Ramadan, biasanya di bulan Syawal.

Wajibnya menggantikan puasa ini tercantum secara jelas dalam firman Allah SWT pada Q.S Al-Baqarah ayat 185. Ayat tersebut menegaskan bahwa siapa saja yang sakit atau sedang dalam perjalanan lalu berbuka, harus berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya pada hari-hari lain.

Bagi yang bersiap melunasi utang puasa di bulan Syawal, berikut panduan niat dan tata cara pelaksanaannya.

Niat Puasa Qadha Ramadan di Bulan Syawal

Melansir laman NU Online, berikut lafal niat puasa qadha yang bisa dibaca:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadhaai fardhi ramadhaana lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat puasa esok hari sebagai ganti fardhu Ramadan karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Qadha Puasa Ramadan

Pelaksanaan puasa pengganti memiliki sejumlah aturan. Menurut buku Tata Cara dan Tuntunan Segala Jenis Puasa karya Nur Solikhin, berikut cara qadha puasa Ramadan:

Waktu Niat

Berniat qadha puasa Ramadan dapat dilakukan mulai masuk waktu magrib hingga sebelum azan subuh berkumandang.

Boleh Ditunda

Qadha puasa Ramadan pada dasarnya dapat ditunda. Ini merujuk pada contoh Aisyah RA: “Saya mempunyai kewajiban puasa bulan Ramadan yang tidak bisa saya mengqadhanya, kecuali di bulan Syakban.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Boleh Tidak Berurutan

Puasa qadha Ramadan boleh dilakukan tidak berurutan. Hadits shahih menyatakan: “Qadha' (puasa) Ramadhan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan.” (HR. Daruquthni, dari Ibnu 'Umar).

Lebih Afdhal Disegerakan

Walaupun dapat ditunda, lebih baik segera menyelesaikan utang puasa. Pelaksanaannya bisa dimulai satu hari setelah Idul Fitri hingga akhir bulan Sya'ban.

Sanksi Kelalaian

Jika seseorang sengaja tidak melunasi utang puasanya hingga datang Ramadan berikutnya, ia wajib mengqadha puasanya sekaligus membayar fidiah. Ini merupakan bentuk hukuman atas kelalaiannya.

Bagi yang Meninggal Dunia

Jika seseorang meninggal dunia dan belum sempat membayar utang puasanya, pihak keluarganya wajib melunasinya. Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama: sebagian berpendapat dilunasi dengan cara membayar fidyah, sementara yang lain berpendapat utang puasa tersebut harus dibayar dengan cara diqadha oleh keluarganya.

Itulah niat puasa qadha Ramadan di bulan Syawal beserta tata caranya yang dapat diterapkan. Semoga ibadahnya dilancarkan, ya! (mjy/mjy)

Dengan memahami aturan dan niat yang tepat, pelaksanaan puasa qadha dapat dilakukan secara teratur dan sesuai ketentuan. Kewajiban ini menegaskan pentingnya menutup setiap hari puasa yang terlewat, menjaga kesatuan ibadah, dan menghormati perintah agama. Menyelesaikan utang puasa tidak hanya memenuhi kewajiban spiritual, tetapi juga memperkuat rasa tanggung jawab pribadi terhadap ibadah yang dijanjikan.

Puasa RamadanQadhaSyawalNiatFidyahKewajibanHadits

Komentar

Memuat komentar...