Pangandaran Rekor 256.620 Wisatawan, Rp 4,8 Miliar Pendapatan

Ayu W. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 64 dibaca
Bisik.id
Pangandaran Rekor 256.620 Wisatawan, Rp 4,8 Miliar Pendapatan

Gambar atau konten salah?

Selama tiga hari libur Lebaran 2026, sektor pariwisata Kabupaten Pangandaran mencatat prestasi tinggi. 256.620 wisatawan datang ke wilayah ini, menghasilkan Rp 4,8 miliar pendapatan asli daerah.

Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menunjukkan lonjakan kunjungan merata di enam objek wisata utama antara 21 hingga 24 Maret 2026. Pantai Pangandaran tetap menjadi primadona dengan 156.459 pengunjung. Diikuti oleh Pantai Batukaras 46.791 pengunjung, dan Pantai Karapyak 21.598. Pantai Madasari mencatat 17.458 kunjungan, Pantai Batuhiu 10.832, dan Green Canyon 3.482 pengunjung. Akumulasi pendapatan dari retribusi tiket masuk selama periode singkat tersebut mencapai Rp 4.827.407.000.

“Jumlah kunjungan melonjak hingga 100 persen. Jika kemarin sore tercatat 129 ribu pengunjung, hari ini angkanya sudah menembus 256 ribu,” ujar Sarlan, Kepala Bapenda Pangandaran, Selasa (24/3/2026). 100 persen peningkatan ini menandai dua hari terakhir sebagai puncak kunjungan.

Arus kendaraan roda dua dan roda empat tetap mengalir masuk dan keluar kawasan wisata. Untuk mengantisipasi kemacetan, pengelola memundurkan posisi gerbang utama (gate) dan membagi jalur masuk menjadi empat lajur, satu untuk roda dua dan tiga untuk roda empat, guna mempercepat proses transaksi tiket. Petugas kepolisian di jalur arteri turut membantu mengarahkan kendaraan ke pintu masuk alternatif, seperti jalur Pantai Timur, guna mengurai penumpukan di gerbang utama.

Dengan strategi tersebut, Pangandaran berhasil menanggulangi arus kendaraan dan memastikan pengalaman wisata tetap lancar. Peningkatan kunjungan dan pendapatan menunjukkan potensi pariwisata daerah yang kuat, sekaligus menegaskan pentingnya manajemen infrastruktur dalam mendukung pertumbuhan sektor ini.

PangandaranLebaran 2026Pantai PangandaranBapendaPendapatan 4,8 miliarArus kendaraanManajemen infrastruktur

Komentar

Memuat komentar...