Panglima Jilah ajak Jokowi bintangi film Dayak di Jakarta

Arif S. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 91 dibaca
Bisik.id
Panglima Jilah ajak Jokowi bintangi film Dayak di Jakarta

Gambar atau konten salah?

Panglima Jilah berkunjung ke kediaman Presiden Joko Widodo di Sumber, Banjarsari, Solo pada 20 Mei 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan sebuah tawaran yang menarik perhatian publik.

Ia mengajak Jokowi untuk membintangi sebuah film yang berjudul Dayak. "Kita silaturahmi dengan beliau mengenai adat budaya. Kita mengundang beliau untuk datang di acara adat budaya di bulan delapan," ujar Panglima Jilah setelah pertemuan selesai.

Jokowi tampak menerima ajakan tersebut dengan antusias. "Kami juga membawa Bapak Jokowi untuk bermain film Dayak. Respon beliau positif semuanya tentang budaya," tegasnya. Penawaran ini menandakan adanya peran utama bagi Presiden dalam film tersebut.

Menurut Panglima Jilah, film ini akan menjadi karya besar yang mengangkat sejarah kolaborasi antara suku Dayak dan masyarakat Jawa, termasuk masa Majapahit. "Eh pokoknya peran beliau peran utama, ya. Nanti akan kita buat sebaik mungkin. Filmnya menceritakan cerita-cerita Dayak di masa lampau, bagaimana kolaborasi Dayak dengan Jawa, Majapahit," jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya silaturahmi dalam membahas isu kebangsaan. "Silaturahmi tokoh itu penting untuk membicarakan supaya persoalan kebangsaan itu punya tempat untuk dibicarakan. Karena Bang Panglima ini tokoh yang sangat fenomenal, perlu mendapat tempat juga untuk menyampaikan banyak hal, supaya pemimpin kita juga mendapat informasi yang cukup, gitu," tambahnya.

Film ini diharapkan dapat mempererat hubungan budaya antara suku Dayak di Kalimantan dan masyarakat Jawa. Selain itu, keikutsertaan Jokowi diharapkan menambah nilai simbolik bagi upaya memperkuat persatuan nasional.

Secara keseluruhan, tawaran ini menyoroti peran penting budaya dalam kebijakan nasional dan menegaskan komitmen Jokowi terhadap pelestarian warisan budaya Indonesia.

Panglima JilahJokowifilm Dayakbudaya DayakMajapahitpersatuan nasionalwarisan budaya Indonesia

Komentar

Memuat komentar...