Pantai Kuta Rawan Sampah, CCTV dan Sanksi Dijanjikan
Gambar atau konten salah?
Di pantai Kuta, Badung, tumpukan sampah mulai menggunung di depan Tribe Hotel. Sampah itu terbentuk dari limbah plastik, bekas makanan, dan sisa organik seperti kelapa serta kayu. Banyak orang tampak membuangnya secara diam-diam, sehingga menumpuk menjadi bukti nyata polusi di kawasan wisata ini.
Menurut I Komang Alit Ardana, Bendesa Adat Kuta, sampah tersebut berasal dari pengunjung luar pantai. “Sampah itu teridentifikasi sampah dari luar. Banyak orang-orang yang bawa sampah ke sana dan sampah itu parahnya lagi tidak dipilah,” ujarnya pada Selasa, 21 April 2023.
Satgas Pantai Kuta merasa kewalahan dalam pengawasan. Untuk menanggulangi, pihaknya akan bekerja sama dengan petugas keamanan Hotel Tribe yang berada tepat di depan tumpukan sampah. Ardana menyatakan, “Kami sudah koordinasi dengan Tribe ya, Hotel Tribe yang di seberang, untuk minta tolong pemasangan CCTV yang mengarah ke sana.”
Selain masalah pengawasan, kendala armada pengangkut sampah menjadi hambatan. Meski pengangkutan rutin, keterbatasan kendaraan membuat tidak semua sampah bisa diangkat sekaligus. Ardana menjelaskan, “Dan untuk pengangkutan, pembersihan besok, karena kita kendala armada ya. Tadi sudah melakukan pengangkutan, besok dilanjutkan. Besok baru kita bongkar lagi.”
Ia menegaskan bahwa masyarakat harus berhenti menumpuk sampah sembarangan. Sanksi sesuai peraturan desa akan diberlakukan: wajib membersihkan area yang tercemar dan dikenakan denda beras premium. “Nanti dia itu kena sanksi sesuai pararem yang ditentukan, yaitu denda 10 kilogram beras premium. Dan kalau dia mengulang lagi sanksinya itu adalah 100 kilogram beras premium. Kalau diuangkan itu Rp 1,5 juta itu sanksi maksimalnya,” jelasnya.
Untuk sanksi hukum, pihak Bendesa akan berkoordinasi dengan Satpol PP. Langkah ini diharapkan dapat menekan perilaku membuang sampah sembarangan di pantai Kuta.
Situasi ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat. Tanpa pengawasan yang memadai dan sarana pengangkutan yang cukup, tumpukan sampah tetap menjadi masalah yang memerlukan solusi berkelanjutan. Penyelesaian melalui CCTV, armada tambahan, dan penegakan peraturan dapat membantu menjaga kebersihan pantai sekaligus menegakkan disiplin warga. Dengan upaya bersama, pantai Kuta dapat tetap menjadi destinasi wisata yang bersih dan aman bagi semua.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
