Pantai Timur Pangandaran Sampah Kayu Bambu, DLHK Bersih

Dwi H. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Pantai Timur Pangandaran Sampah Kayu Bambu, DLHK Bersih

Gambar atau konten salah?

Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat, terlihat berbeda hari ini. Di sepanjang garis pantai menumpuk tumpukan kayu dan bambu yang berserakan. Sampah ini berasal dari aliran Sungai Citanduy dan terbawa arus ke pesisir.

Gelombang laut menurunkan dan menyebar material tersebut, sehingga menutupi bibir pantai. Kondisi ini memaksa petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pangandaran bekerja lebih keras untuk membersihkan tumpukan tersebut.

Di pagi hari, 21 April 2026, pukul 09.00 WIB, tumpukan sampah paling banyak terlihat di sisi Cagar Alam Pangandaran. Area ini sering dipakai wisatawan untuk berenang dan menjadi titik fokus kebersihan pantai.

Seorang warga, Agus Kusnanto, menjelaskan bahwa kayu dan bambu itu berasal dari hulu Sungai Citanduy. Ia berkata, "Jadinya kalau dikasih rob (air pasang) pasti kebawa ke Pantai Pangandaran khususnya wilayah timur," dan menambahkan, "Apalagi Pantai Timur ini menjadi pusat water sport, bahaya juga untuk wisatawan,". Agus juga mengingatkan bahwa saat gelombang tinggi, tumpukan kayu dan bambu dapat merusak jaring nelayan jika tersangkut.

Agus menekankan bahwa fenomena sampah kiriman ini hanya terjadi pada beberapa momen tertentu, terutama saat angin kencang atau gelombang tinggi. Ia berkata, "Kalau hari-hari biasa ada cuman tidak sebanyak hari ini,".

Dani, salah satu pelaku wisata water sport dan banana boat, menyatakan bahwa sampah kiriman sudah mulai terlihat sejak pekan lalu. Ia menambahkan, "Keberadaan sampah tersebut sangat mengganggu para pelaku usaha wahana water sport di Pantai Timur. Ia bersama rekan-rekannya kerap turun tangan membantu membersihkan sampah tersebut."

Dani menegaskan, "Karena sampah kiriman sangat mengganggu wahana water spot dan dapat membahayakan pengunjung," sambil menegaskan pentingnya kebersihan pantai bagi keselamatan wisatawan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran, Irwansyah, menjelaskan bahwa Pantai Pangandaran memang sudah menjadi target sampah kiriman setiap memasuki musim penghujan. Ia menegaskan, "Sampah tersebut terbawa arus Sungai Citanduy hingga akhirnya terdampar di pesisir pantai yang ada di Pangandaran. Sudah menjadi langganan, setiap musim penghujan sepanjang pesisir pantai di wilayah Kabupaten Pangandaran diserbu oleh sampah kiriman,".

Irwansyah menambahkan bahwa volume sampah kiriman yang dibersihkan dan diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bisa mencapai 36 meter kubik per hari. Ia menjelaskan, "Jumlah itu di luar sampah yang diangkut dari kawasan objek wisata maupun permukiman warga. Biasanya, kita hanya mengangkut sampah dari kawasan objek wisata itu paling sekitar enam kubik, tapi dengan adanya sampah kiriman bisa mencapai puluhan kubik per harinya. Itu tergantung banyak tidaknya sampah yang berserakan di pinggir pantai,".

Irwansyah juga menegaskan bahwa saat ini pesisir Pantai Barat Pangandaran masih aman dan tidak terdampak oleh sampah kiriman. Ia mengatakan, "Kali ini sampah kiriman cuma ada di Pantai Timur saja, sementara di Pantai Barat tidak terdampak,".

Dengan volume sampah yang terus meningkat, upaya pembersihan di Pantai Timur menjadi lebih intensif. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan petugas DLHK, tetapi juga pelaku usaha wisata dan masyarakat setempat. Kebersihan pantai tetap menjadi prioritas agar wisatawan dan nelayan dapat menikmati laut tanpa risiko.

Pantai Timur PangandaranSampah kirimanSungai CitanduyDLHKWater sportTPAMusim penghujan

Komentar

Memuat komentar...