Parijoto: Tanaman Tradisional Muria Berpotensi Antioksidan
Gambar atau konten salah?
Indonesia dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Di antara tumbuhan unik yang tumbuh di tanah air, salah satunya adalah parijoto, tanaman yang khas di lereng Gunung Muria, Kudus.
Parijoto termasuk dalam keluarga Melastomataceae dan genus Medinilla. Beberapa spesies yang dikenal antara lain Medinilla javanensis, Medinilla verrucosa, dan Medinilla speciosa.
Tanaman ini memiliki ciri khas bunga berwarna merah yang menjuntai ke bawah, serta buah berwarna pink yang berubah menjadi ungu gelap saat matang. Daunnya berbentuk oval, berpermukaan bergelombang, dan berwarna hijau tua mengkilap.
Parijoto tumbuh di daerah pegunungan dengan ketinggian di atas 1000 mdpl, di mana udara dingin dan sinar matahari cukup intens. Tanaman ini berbunga pada bulan November hingga Januari, lalu buahnya matang pada bulan Maret hingga Mei.
Menurut buku Parijoto: Kandungan, Manfaat, dan Pengolahannya, parijoto pertama kali ditanam di lereng selatan Gunung Muria oleh Sunan Muria. Tanaman ini menjadi ikon bagi para pengunjung Makam Sunan Muria.
Bagi masyarakat Muria, buah parijoto dipercaya dapat meningkatkan kesuburan, memperlancar kelahiran, dan baik untuk kesehatan bayi. Oleh karena itu, buah ini sering disajikan dalam bentuk rujak untuk upacara mitoni atau 7 bulanan ibu hamil.
Rujak parijoto biasanya diparut kasar, kemudian ditambah jeruk bali, babal (nangka muda), dan buah delima merah atau hitam khas Kota Kudus. Bumbu rujak berisi cabai, terasi, garam, dan gula merah, lalu disajikan dalam wadah pincuk.
Selain tradisi Muria, buah parijoto juga muncul dalam budaya Jawa lainnya. Di Jogja, motif batik dengan corak parijoto sering dipakai pada acara formal. Ada pula Sinom Parijoto dengan laras slendro pathet 9, slendro pathet 6, hingga pelog pathet 6.
Masyarakat Jawa, khususnya Muria, telah menggunakan parijoto sebagai bahan pangan dan pengobatan selama bertahun-tahun. Penelitian juga telah dilakukan untuk meneliti kandungan dan khasiat tanaman ini.
Sebuah artikel di Jurnal Buana Farma yang berjudul 'Artikel Review: Studi Fitokimia dan Farmakologi Parijoto (Medinilla magnifica)' oleh Rifqi Maulana Toni dan rekan menunjukkan bahwa buah parijoto mengandung senyawa flavonoid, tannin, saponin, hingga alkaloid.
Senyawa-senyawa tersebut memberi buah parijoto potensi untuk berbagai pengobatan. Berikut enam potensi dan khasiat buah parijoto untuk kesehatan.
- Menangkal Radikal Bebas: Buah parijoto mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid. Senyawa ini dapat menangkal radikal bebas dan menghambat pembentukan radikal bebas. Sifat antioksidan ini dapat mencegah kerusakan sel tubuh dan meningkatkan imunitas.
- Mencegah Diabetes: Selain menangkal radikal bebas, kandungan antioksidan pada buah parijoto juga berperan dalam aktivitas antidiabetes. Uji antidiabetes menunjukkan bahwa kandungan pada buah ini dapat menurunkan gula darah. Selain itu, senyawa aktif pada buah ini juga dapat meningkatkan enzim lipoprotein lipase yang dapat mensekresi sel pankreas yang rusak, sehingga dapat memperbaiki kerja insulin.
- Menangani Jerawat: Ekstrak parijoto diketahui dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermis yang merupakan bakteri pemicu jerawat. Peran senyawa aktif pada buah parijoto tersebut membuat ekstrak buah ini berpotensi menjadi obat jerawat.
- Memiliki Sifat Antibakteri: Seperti yang disebutkan dalam poin sebelumnya, ekstrak parijoto memiliki peran sebagai antibakteri. Selain bakteri pemicu jerawat, ekstrak buah ini diketahui juga memiliki sifat antimikroba terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan E.coli.
- Manfaat Antihiperlipidemia: Antihiperlipidemia merujuk pada terapi yang dapat menurunkan kadar kolesterol total, VLDL, LDL, trigliserida, dan HDL. Kadar flavonoid, tannin, dan saponin dalam buah parijoto memungkinkan penurunan pada kadar kolesterol, trigliserida, dan VLDL. Namun, khasiat antihiperlipidemia pada manusia masih membutuhkan studi lebih lanjut.
- Menyimpan Zat Antikanker: Buah parijoto telah digunakan sebagai obat tradisional untuk kesuburan wanita. Buah ini juga mengandung flavonoid dan saponin yang memiliki potensi untuk mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker.
Setiap manfaat di atas didukung oleh komposisi kimia yang ada dalam buah parijoto. Flavonoid berperan sebagai antioksidan, tannin memberikan sifat astringen, saponin berfungsi sebagai surfaktan alami, dan alkaloid dapat memengaruhi sistem saraf. Kombinasi senyawa ini menjadikan buah parijoto sebagai bahan alami yang menarik untuk penelitian lebih lanjut.
Dengan sejarah panjang dalam tradisi Jawa dan dukungan awal dari penelitian ilmiah, buah parijoto menunjukkan potensi yang beragam bagi kesehatan manusia. Meskipun belum semua khasiatnya teruji secara klinis, penggunaan tradisional dan data fitokimia memberikan dasar yang kuat untuk eksplorasi lebih dalam.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
