Pariwisata Berkelanjutan: Tantangan Akses di Indonesia

Ningsih R. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Pariwisata Berkelanjutan: Tantangan Akses di Indonesia

Gambar atau konten salah?

Sustainable tourism menawarkan cara untuk menurunkan emisi karbon sekaligus memajukan ekonomi. Aktivitas manusia yang menikmati alam melalui pariwisata memang menciptakan jejak karbon, namun jika dikelola secara berkelanjutan, pendapatan devisa dapat dicapai tanpa menambah dampak lingkungan.

Indonesia dapat mencontoh tata kelola pariwisata yang sudah terbukti di negara lain. Turki, misalnya, mampu mengelola jumlah wisatawan hingga sepuluh kali lipat dari Indonesia sambil tetap menjaga alam dan sejarahnya. Keberhasilan Turki terletak pada koordinasi dan aksesibilitas yang terintegrasi, dua hal yang masih menjadi tantangan di Indonesia.

Di Indonesia, akses menjadi hambatan utama. Taman Nasional Kayan Mentarang di Kalimantan Utara sulit dijangkau karena minimnya integrasi transportasi. Kondisi ini sangat berbeda dengan destinasi pariwisata mapan seperti Taman Nasional Komodo, yang sudah memiliki infrastruktur pendukung.

“Jika akses pariwisata disediakan dengan mudah dan terkoordinasi antarsektor, misalnya antara Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pariwisata, maka konsep pariwisata berkelanjutan tidak akan menekan kelestarian alam,” ujar Arga Paradita Sutiyono, Project Manager FOLU Net Sink Kementerian Kehutanan, 22 Mei 2026.

“Kita diam saja karbon itu tetap ada. Namun, tantangannya adalah bagaimana kita menciptakan peluang devisa sambil tetap memperbaiki lingkungan. Jika pengelolaan lingkungan buruk, wisatawan pun akan enggan berkunjung. Jadi, intinya adalah koordinasi dan integrasi antar sektor,” pungkas dia.

Kolaborasi multisektor diharapkan terus diperkuat untuk menciptakan peluang ekonomi tanpa mengabaikan perbaikan lingkungan. Dengan koordinasi yang baik, Indonesia dapat menyeimbangkan pertumbuhan pariwisata dan pelestarian alam.

pariwisata berkelanjutanemisi karbonpendapatan devisakoordinasi antar sektoraksesibilitasTurkiTaman Nasional Kayan Mentarang

Komentar

Memuat komentar...