Pariwisata Korea Luar Seoul Naik, Lalu Lintas Meningkat Lokal

Rudi H. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Pariwisata Korea Luar Seoul Naik, Lalu Lintas Meningkat Lokal

Gambar atau konten salah?

Perubahan pola perjalanan wisata di Korea Selatan semakin jelas terlihat. Selama tiga bulan pertama tahun ini, wisatawan asing tidak lagi hanya mengunjungi Seoul, melainkan juga menjelajahi daerah lain di negara ini.

853.905 pengunjung asing tiba melalui bandara regional di luar Bandara Internasional Incheon dan Gimpo selama periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026, meningkat 49,7% dibandingkan periode serupa tahun lalu.

Di jalur laut, jumlah wisatawan asing yang datang mencapai 335.161 orang, naik 6,1% secara tahunan.

Penggunaan transportasi juga menunjukkan tren serupa. Pada kuartal pertama 2026, 1,69 juta wisatawan asing memanfaatkan layanan kereta api Korea (Korail), naik 46,4% dibandingkan tahun sebelumnya.

Survei yang dilakukan oleh Institut Kebudayaan & Pariwisata Korea menegaskan, di antara 1.300 wisatawan mancanegara yang disurvei setiap bulan di bandara-bandara seluruh negeri, 34,5 % mengaku mengunjungi destinasi di luar wilayah metropolitan Seoul. Angka ini meningkat 3,2 poin persentase dibandingkan tahun lalu.

Durasi tinggal wisatawan juga mengalami kenaikan. Total akumulasi hari kunjungan melalui bandara regional mencapai 5,28 juta hari pada kuartal pertama 2026, naik dari 3,88 juta hari pada periode yang sama tahun lalu.

Dampak ekonomi terasa di daerah. Pengeluaran wisatawan asing di wilayah provinsi meningkat 17,2 %, dari 750 juta USD (Rp 12 triliun) menjadi 880 juta USD (Rp 15 triliun).

Data dari Organisasi Pariwisata Korea menunjukkan transaksi kartu wisatawan asing di luar Seoul mencapai 466,7 miliar won (Rp 5 triliun).

Tren serupa terjadi pada wisatawan domestik. Perjalanan warga Korea ke luar wilayah metropolitan Seoul mencapai 39,31 juta perjalanan pada 1 Januari hingga 28 Februari 2026, meningkat 6,9 % dibandingkan tahun lalu. Pengeluaran mereka diperkirakan mencapai 5,4 triliun won (Rp 62 triliun), naik 3 % secara tahunan.

Sejak Februari, pemerintah Korea Selatan telah menempatkan sektor pariwisata sebagai fokus pertumbuhan ekonomi. Revisi Undang-Undang Kerangka Kerja Pariwisata yang disahkan parlemen menempatkan strategi pariwisata nasional di bawah pengawasan presiden.

Kepala Kebijakan Pariwisata Kementerian, Kang Jung-won, menyatakan, “Kami melihat perkembangan yang menggembirakan. Pariwisata yang sebelumnya terpusat di wilayah metropolitan Seoul kini mulai menyebar ke seluruh negeri, dengan data yang membuktikan fenomena tersebut,

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus memperkuat dan menjaga pertumbuhan pariwisata regional ke depan.

Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa wisatawan asing dan domestik kini lebih tersebar di seluruh wilayah Korea, menandai pergeseran penting dalam pola pariwisata nasional.

pariwisata regionalwisatawan asingbandara regionalKorailpengeluaran wisatawanpergeseran pola pariwisataKorea Selatan

Komentar

Memuat komentar...