Pariwisata Qatar Kembali Normal, Penerbangan Regional Aman

Sigit W. · 2 min baca · 11 hari lalu · 65 dibaca
Bisik.id
Pariwisata Qatar Kembali Normal, Penerbangan Regional Aman

Gambar atau konten salah?

Setelah beberapa bulan terhambat oleh konflik di Timur Tengah, sektor pariwisata Qatar mulai kembali berdenyut. Pemerintah dan pelaku industri mengumumkan bahwa jalur penerbangan regional kini sudah normal, sehingga negara ini kembali aman bagi wisatawan internasional.

Abdulaziz Ali Al‑Mawlawi, kepala eksekutif Visit Qatar, menegaskan bahwa kondisi pariwisata telah kembali stabil. “Kami telah melewati masa sulit. Jujur saja, ini adalah situasi yang belum pernah kami alami sebelumnya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengalaman menghadapi pandemi COVID‑19 membuat Qatar lebih siap mengatasi krisis baru ini. “Saya selalu mengingat masa COVID ketika kami melalui situasi yang sangat sulit, tetapi kami berhasil bangkit lebih kuat dan lebih tangguh,” tambah Al‑Mawlawi.

Ketika konflik memanas pada awal periode krisis, lebih dari 12.000 wisatawan internasional berada di Qatar. Di antara mereka, sekitar 8.000 penumpang transit terjebak karena gangguan penerbangan. Di Pelabuhan Doha, sekitar 5.000 penumpang dan kru kapal pesiar juga terdampak setelah Selat Hormuz ditutup sementara.

Untuk menanggapi situasi, pemerintah Qatar membuka hotline 24 jam, menyebarkan informasi melalui WhatsApp dan media sosial, serta mengatur proses pemulangan wisatawan lewat Bandara Internasional Hamad. Sebanyak 194 hotel disiapkan untuk menampung wisatawan terdampak. Selama 15 hari, biaya hotel dan makan ditanggung oleh Qatar Tourism. “Kami memberikan perpanjangan visa, penginapan gratis di hotel, dan makan gratis untuk seluruh wisatawan kami saat itu karena kami ingin memastikan para tamu merasa seperti berada di rumah sendiri,” ungkap Al‑Mawlawi.

Pemerintah juga menerbitkan sekitar 8.000 visa darurat bagi penumpang transit yang tertahan di negara tersebut. Langkah ini menunjukkan upaya keras Qatar untuk memulihkan kepercayaan para pelancong.

Kini Qatar meluncurkan kampanye musim panas Hala Summer yang berlangsung hingga September 2026. Program ini menawarkan paket hotel dan resort, wisata pantai, hiburan keluarga, hingga konser penyanyi internasional seperti John Legend. Di akhir tahun, Qatar menyiapkan agenda besar lain, mulai konser Hans Zimmer, penampilan Shakira, balapan Formula 1 Qatar Airways Grand Prix, hingga Doha Jewellery & Watches Exhibition.

Di sektor penerbangan, Qatar Airways memperluas jaringan internasionalnya. Mulai 16 Juni 2026, maskapai akan melayani lebih dari 160 destinasi. Rencana penerbangan perdana ke Caracas dan Bogota dijadwalkan pada Juli 2026, menjadi penerbangan langsung pertama yang menghubungkan Timur Tengah dengan dua ibu kota di Amerika Selatan. Selain itu, Qatar Airways akan kembali melayani rute Doha‑Helsinki mulai 15 Juli dengan empat penerbangan per minggu, sebelum ditambah menjadi tujuh penerbangan mingguan pada Agustus.

Dengan langkah-langkah tersebut, Qatar menunjukkan kesiapan dan komitmen untuk menarik kembali wisatawan, sekaligus memperkuat posisi negara sebagai tujuan pariwisata regional dan global.

Qatar pariwisatakonflik Timur TengahCOVID-19jalur penerbangan regionalHala SummerQatar AirwaysFormula 1 Qatar

Komentar

Memuat komentar...