Pasangan Lansia Demak Hilang Rumah Banjir, Rencana Haji 2026

Iwan D. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 146 dibaca
Bisik.id
Pasangan Lansia Demak Hilang Rumah Banjir, Rencana Haji 2026

Gambar atau konten salah?

Di RT 1 RW 5, Dusun Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, tinggal pasangan lansia bernama Abdul Hadi berusia 80 tahun dan Saripah berusia 65 tahun. Mereka telah menunggu lebih dari satu dekade untuk melaksanakan ibadah haji, dan rencana keberangkatan mereka dijadwalkan pada 2 Mei 2026 bersama 15 warga Trimulyo dalam Kloter Haji 33 Demak.

Namun, sebelum tanggal keberangkatan, rumah pasangan tersebut hancur akibat banjir besar yang disebabkan oleh tanggul Sungai Tuntang yang jebol pada 3 April 2026. Air deras menenggelamkan rumah mereka, memaksa mereka mengungsi di sebuah musala kecil di dusun bersama anak mereka, Ali Mutohar berusia 40 tahun.

"Hanyut sedoyo, gampangane total, semut wae ilang (hanyut semua, mudahnya disebut total, semut saja hilang)," kata Abdul di musala tempatnya mengungsi, Senin (6 April 2026). Raut wajahnya tampak sedih, sementara Saripah meneteskan air mata saat mendengarkan suaminya bercerita.

Semua perlengkapan haji, termasuk kain ihram, hilang bersama rumah. Hanya dokumen haji yang berhasil diselamatkan. Abdul menjelaskan bahwa semua barang berharga hilang di tengah banjir.

"Pas banjir kulo ten griya (saya di rumah) ditarik kalih anak, mung nggowo tas isi administrasi haji, uwis langsung bres ilang (sudah langsung bres hilang rumahnya)," ujar Abdul. Ia menambahkan bahwa perlengkapan haji yang hilang meliputi kain ihram untuk dirinya dan mukena serta barang lain untuk istri.

Setelah kejadian, Abdul, Saripah, dan Ali Mutohar tinggal di musala kecil. Abdul mengungkapkan bahwa sejak peristiwa itu, mereka telah menunggu selama 13 tahun untuk melaksanakan haji.

"Kawit dinten pertama teng mriki, kalih putra (dari hari pertama di sini, bersama anak)," kata dia. Ia menegaskan bahwa mereka telah menunggu lebih dari satu dekade untuk mematuhi panggilan Allah.

Rencana keberangkatan tetap dijadwalkan pada 2 Mei 2026. Abdul menambahkan bahwa mereka akan terbang bersama 15 warga Trimulyo dalam Kloter Haji 33 Demak. Ia menegaskan bahwa Trimulyo memiliki total 18 orang yang akan berangkat haji.

"Daftar 2013, rencana berangkat tanggal 2 Mei, kloter haji 33, tiyang tiga, kula, garwa, anak (tiga orang, saya, istri, anak). Trimulyo mriki total 18 (orang yang berangkat haji)," ungkap Abdul.

Walaupun rumah mereka hancur, Abdul tetap bertekad untuk melaksanakan haji. Ia berharap tetap diberi kesehatan agar dapat memenuhi panggilan Allah.

"Sing penting diparingi sehat, slamet, waras, sampai pulang lagi ke sini," kata Abdul. Ia menegaskan bahwa kesehatan adalah prioritas utama.

Abdul tampak cukup pasrah terhadap kondisi rumahnya yang hanyut, namun ia tetap berharap ada bantuan dari pihak terkait. Ia mengungkapkan bahwa ia tidak meminta bantuan, hanya berharap rumah dapat diperbaiki setelah pulang haji.

"Niku mangke gelem ora gelem, omah niku nggih sing rumati kula nek pun mulih (itu nanti mau tidak mau, rumah itu ya yang membetulkan saya kalau sudah pulang haji)," ucap Abdul. Ia menegaskan bahwa ia tidak meminta bantuan pemerintah untuk membangun ulang rumah.

"Dene nek tekan nggene pemerintah ngeten kok ajeng nggaweke sak niki nggih mangga, mangke mangga. Digawekke lamun mboten digawekke kulo nggih mboten njaluk (Kalau nanti pemerintah akan membangun ulang rumah saya sekarang ya silakan, nanti juga silakan. Dibangunkan ulang atau tidak saya juga tidak meminta)," pungkasnya.

Menurut Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono, banjir yang terjadi pada 5 April 2026 menimpa 10 desa di empat kecamatan. Ia menyatakan bahwa banjir sudah mulai surut dan normal karena debit air dari atas sudah menurun.

"10 desa di empat kecamatan terdampak banjir. Ini surut dan mulai normal, karena debit air dari atas sudah menyusut," kata Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono.

Wilayah terdampak meliputi Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, Bumiharjo di Kecamatan Guntur; Desa Sarimulyo dan Solowire di Kecamatan Kebonagung; Desa Ploso dan Grogol di Karangtengah; serta Desa Lempuyang di Kecamatan Wonosalam.

Walaupun kehilangan rumah dan perlengkapan, Abdul dan Saripah tetap bertekad melaksanakan haji. Keputusan mereka menunjukkan keteguhan hati, sementara harapan akan bantuan tetap terbuka, meski tidak secara resmi diminta. Mereka menunggu kesehatan dan keberuntungan untuk menempuh perjalanan ke tanah suci pada 2 Mei 2026.

Banjir DemakRumah HancurHaji Kloter 33Kain ihram hilangBPBD Demak2 Mei 2026Desa Trimulyo

Komentar

Memuat komentar...