Pasangan Singapura Raih Kembar Setelah 14 Tahun Usaha
Gambar atau konten salah?
14 tahun menunggu, 8 siklus fertilisasi in vitro (IVF), 5 keguguran, dan perjuangan melawan kanker payudara, akhirnya menuntun pasangan Singapura, Josephine Foong dan Winston Yip, ke momen bahagia. Pada 01 Maret 2026, mereka menyambut kelahiran dua putri kembar, Annette dan Anya, saat Foong berusia 41 tahun.
Berbeda dengan banyak perempuan yang baru memikirkan kehamilan di usia 40-an, Foong mulai berusaha memiliki anak segera setelah menikah. Pada saat itu, ia berusia 25 tahun dan suaminya 26 tahun. “Saya tidak sangat ingin memiliki anak, tetapi saya melihat betapa suami saya menyukai anak-anak dan menikmati kebersamaan dengan anak-anak. Jadi, saya ingin melakukan sesuatu agar ia dapat merasakan menjadi seorang ayah,” ungkapnya.
Seiring waktu, Foong sadar bahwa ia juga ingin menjadi ibu. Namun, perjalanan itu tidak mulus. Setelah beberapa tahun mencoba tanpa hasil, dokter mendiagnosisnya dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS), kondisi hormonal yang dapat mengganggu kesuburan. Ia menerima obat kesuburan dan menjalani inseminasi intrauterin, namun upaya tersebut gagal.
Selanjutnya, Foong menjalani beberapa siklus IVF, namun sering mengalami keguguran. “Saya sangat terpukul secara emosional setelah keguguran. Dan dokter tidak memiliki jawaban (mengapa saya mengalaminya),” kata Foong. Masa itu terasa sangat berat. Ia sulit melihat orang di sekitarnya menjadi orang tua, sementara dirinya masih berjuang dengan infertilitas. Selama 4-5 tahun, ia bahkan memilih tidak menghadiri acara baby shower. “Saya senang untuk teman-teman saya, tetapi sedih untuk diri saya sendiri,” tambahnya.
Di tahun 2021, Foong didiagnosis kanker payudara stadium 2. Pukulan baru ini menunda rencana memiliki anak. Meski begitu, ia mendapat dukungan dari komunitas Fertility Support SG, kelompok nirlaba yang membantu perempuan dengan masalah kesuburan, keguguran, dan kanker payudara. Selama 3 tahun berikutnya, ia menghentikan program kehamilan untuk fokus menjalani pengobatan kanker. Ia baru kembali mencoba pada 2024 setelah mendapat izin dari dokter.
Siklus IVF pertama setelah pengobatan kanker kembali gagal. Pasangan itu memutuskan mencoba sekali lagi dengan dua embrio beku terakhir yang mereka miliki. Itu menjadi siklus IVF kedelapan sekaligus upaya terakhir mereka. “Kami memiliki pemahaman bersama bahwa jika dua embrio terakhir tidak berhasil, kami akan menyerah. Di sinilah kami akan mengakhiri perjalanan (kesuburan) kami,” ungkap Foong.
Di awal kehamilan, Foong mengaku dihantui rasa takut akan keguguran lagi. Namun, kecemasan itu perlahan mereda seiring perkembangan janin. Bayi kembar mereka lahir prematur pada usia kehamilan 31 minggu. Keduanya harus menjalani perawatan lebih dari 1 bulan di rumah sakit, karena membutuhkan dukungan oksigen dan penanganan lainnya.
Winston Yip mengaku sangat bersyukur akhirnya bisa menjadi ayah. “Saya merasa sangat gembira karena kami memiliki anak kembar, tetapi saya tidak mengeluh. Saya sangat bahagia dan sangat bersyukur,” tutupnya.
Perjuangan ini menampilkan keteguhan hati, dukungan komunitas, dan ketabahan dalam menghadapi rintangan medis. Momen kelahiran kembar ini menandai puncak perjalanan panjang yang penuh liku, sekaligus mengingatkan pentingnya akses dan dukungan bagi pasangan yang menghadapi masalah kesuburan dan kanker.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Influencer Jakarta Viral Cosplay Disabilitas, Kontroversial
Tendon Achilles Menjadi Penanda Kolesterol Tinggi Kesehatan
Anak 7 Tahun di India Berhasil Hindari Dialisis Dari CAKUT
Kasus Katup Jantung Naik di Indonesia, Deteksi Awal Penting
Tantangan Menemukan Angka Tersembunyi dalam Foto 7 Soal
Operasi Benjolan Bahu Raffi Ahmad, Dorong Pemeriksaan Rutin
Berita Terbaru
Busan: Tujuh Tempat Wisata Wajib bagi Para Turis 2026
UTM Dapat Izin Buka Dua Program Kedokteran, Mulai 2026/2027
PT PP & Kemen Pekerjaan Umum Selesaikan 69 SPPG dalam 37 Hari
Gubernur Bengkulu Minta BPKAD Cepat Pencairan Gaji ke-13 ASN
USU Buka Proses Banding UKT, Mahasiswa Bisa Perbaiki Tarif
PLN Junivaganza: Voucher Rp10.000 untuk Token Listrik
Gaji Tertinggi Pelatih Tim Nasional: Ancelotti Rp 182,2 M
Telkom Luncurkan AIcosystem: Ekosistem AI Jakarta Nusantara
