Pasar Hewan Kudus: Kerbau Menjadi Kurban Utama Idul Adha
Gambar atau konten salah?
Pasar hewan di Kudus mulai ramai pada Sabtu, 23 Mei 2026, ketika warga datang untuk membeli hewan kurban menjelang Idul Adha.
Di pasar Gulang, Kecamatan Mejobo, pengunjung tidak hanya mencari kambing, tapi juga kerbau, karena tradisi di Kudus menolak menyembelih sapi pada hari raya tersebut.
Parjo, warga Mejobo, membeli dua ekor kerbau di pasar Gulang. Ia berkata, “Beli dua ekor kerbau, harganya Rp 48 juta. Rencana buat kurban,” dan menambahkan bahwa ia membeli untuk keluarga.
Parjo juga menyebutkan harga kerbau naik Rp 1,5 juta per ekor, sehingga ia menegaskan, “Kenaikan ada Rp 1,5 juta. Rencana untuk kurban keluarga,”
Ia menekankan bahwa masyarakat Kudus tetap memilih kerbau karena menghargai warisan toleransi Sunan Kudus, dengan kata, “Masyarakat Kudus minatnya kerbau. Karena di Kudus masih menghargai warisan toleransi Sunan Kudus,”
Sugiantoro, yang juga berada di pasar, menjelaskan bahwa ia sengaja mencari kerbau karena di Kudus dilarang menyembelih sapi. Ia mengatakan, “Karena di Kudus dikenal dilarang menyembelih sapi, jadi warga menggantikan dengan kerbau. Ini sudah tradisi,”
Penjual kerbau di pasar Gulang, bernama Karsum, mengaku telah menjual 100 ekor kerbau dalam dua minggu terakhir. Ia mengatakan, “Di kandang ada 50 ekor, selama 2 minggu ini sudah jual 100 ekor kerbau,”
Karsum menjelaskan bahwa harga kerbau sekarang berkisar antara Rp 23 juta hingga Rp 30 juta, tergantung berat hewan, dan sebelumnya satu ekor biasanya dijual seharga Rp 20 juta.
Ia menegaskan bahwa tradisi tidak menyembelih sapi sudah dilakukan turun temurun, terutama saat Idul Adha, dan ia menambahkan, “Zaman dahulu memang kerbau dan tidak boleh sapi,”
Dengan begitu, pasar hewan di Kudus menjadi pusat aktivitas bagi warga yang ingin menjaga tradisi kurban tanpa sapi, sekaligus memberi peluang bagi pedagang kerbau untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
