Pasca Ramadan: Fokus Intermittent Fasting dan Buah Segar

Fajar H. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Pasca Ramadan: Fokus Intermittent Fasting dan Buah Segar

Gambar atau konten salah?

Setelah bulan suci Ramadan berakhir, kebiasaan makan sering berubah drastis. Euforia Lebaran dengan banyak hidangan lezat membuat banyak orang melupakan pola sehat yang dibangun selama sebulan.

Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof. Hardinsyah menekankan, “Puasa harus dijadikan momentum untuk melakukan detoksifikasi tubuh. Masyarakat dapat menjadikan puasa sebagai patokan pola makan ideal secara spiritual dan gizi,” dikutip dari laman IPB University, Selasa, 24 Maret 2026.

Salah satu cara yang disarankan untuk menjaga metabolisme tubuh dan berat badan tetap stabil setelah Ramadan adalah dengan menerapkan intermittent fasting. Metode ini menekankan pembatasan asupan berdasarkan jumlah, jenis, dan waktu makan. Pola ini dapat menurunkan kadar lemak tubuh dan menekan risiko penyakit metabolik, seperti diabetes.

Namun, tantangan terbesar terletak pada konsistensi. Prof. Hardinsyah menjelaskan, “Dibutuhkan tekad yang kuat untuk membiasakan diri dengan intermittent fasting dan mempraktikkannya secara rutin dalam rutinitas harian.”

Alternatif sehat lainnya adalah mengonsumsi buah‑buah segar. Serat dan vitamin dalam buah tidak hanya memberi energi, tetapi juga membuat perut kenyang lebih lama. Selain itu, Prof. Hardinsyah menyarankan untuk lebih memprioritaskan asupan protein dibandingkan karbohidrat, tentu dengan porsi yang disesuaikan menurut kebutuhan individu, seperti ibu hamil atau anak‑anak.

Indikator keberhasilan pola makan ini dapat dilihat secara sederhana melalui fisik. “Kalau berat badan sudah turun ke angka normal, itu harus dipertahankan. Jika dalam dua minggu terasa lingkar pinggang bertambah, itu tandanya pola makan harus segera disesuaikan kembali,” pungkasnya.

Dengan pendekatan ini, orang dapat memanfaatkan momentum puasa untuk membangun pola makan yang lebih sehat dan berkelanjutan, sekaligus menjaga keseimbangan nutrisi dan kesehatan tubuh.

puasaintermittent fastingdetoksifikasimetabolismeberat badangiziprotein

Komentar

Memuat komentar...