PASI Selenggarakan Klinik Lari Jalan Raya 2026 di Senayan

Teguh A. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
PASI Selenggarakan Klinik Lari Jalan Raya 2026 di Senayan

Gambar atau konten salah?

Indonesia Road Running Clinic 2026 digelar oleh Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) pada 09 April 2026 di kawasan Senayan. Ini merupakan edisi kedua, setelah acara serupa diadakan pada Oktober 2025.

Tujuan utama klinik ini adalah meningkatkan kualitas lomba lari jalan raya di Indonesia. “Semangat di balik acara ini adalah kebersamaan. Kami melihat bahwa kompetisi lari jalan raya berkembang pesat di Indonesia. Saya mendapat data bahwa pada tahun 2025, total lombanya sudah sampai 500 kompetisi lari jalan raya di Indonesia,” ujar Waketum PB PASI, Tigor Tanjung.

Menurut Tigor, jika jumlah kompetisi meningkat, maka kualitasnya juga harus diperhatikan. Ia menambahkan, “Mungkin sejak 20 tahun lalu, kita membantu penyelenggaraan kompetisi lari agar dapat ditata sesuai aturan, kaidah dan manajemen yang berjalan, sehingga kompetisi berjalan dengan baik. Karena tujuan sebuah kompetisi itu secara sederhan hanya dua, peserta harus aman dan nyaman.”

Ia menjelaskan lebih lanjut tentang elemen-elemen penting yang harus dipenuhi. “Inilah yang perlu diuraikan lagi, apa-apa saja itu? Semuanya harus mengikuti aturan, harus memenuhi kebutuhan medis, untuk pertolongan, jalur yang baik seperti apa sih? Harus ditutup dari kendaraan motor, jangan kejam kepada pelarinya naik-turun. Itulah yang kami tampilkan dalam acara ini,” lanjutnya.

PB PASI, sebagai induk organisasi atletik, terus mendukung lomba lari dengan memberikan rekomendasi. Namun, federasi ini ingin kualitas event yang disajikan ke publik semakin meningkat setiap tahunnya. “Kami tidak ingin memposisikan diri sebagai pihak yang meminta rekomendasi, lalu stampel. Mari kita duduk bersama dan membahas apa yang harus dilakukan agar acara ini menjadi bagus, aman, dan terkenal. Terkenal di sini berarti terkenal karena kualitasnya,” jelas Tigor.

Ia menyoroti bahwa banyak pelari Indonesia kini berpartisipasi dalam kompetisi lari jalan raya di luar negeri, seperti World Marathon Majors. Menurutnya, Indonesia sebenarnya dapat mencapai level tersebut jika lomba-lombanya memiliki kualitas yang memadai. “Namun seperti yang saya katakan sebelumnya, kita harus mengenakan pakaian yang sama. Itulah mengapa dalam seminar ini, para pembicaranya tidak semuanya dari PASI. Banyak teman dari penyelenggara acara, penyelenggara lomba, direktur lomba, berbagi pengetahuan kepada teman-teman lainnya dan itu lah semangat dari acara ini,” tuturnya.

PB PASI menekankan slogan “Atlet yang utama, kemenangan kedua.” Tigor mengajak semua pihak untuk menerapkan dua hal penting saat membuat event lari di jalan raya. “Jadi kita harus memastikan bahwa para peserta aman. Dimulai dari mana? Pilih tempat, lokasi, rute, di mana rutenya? Bisakah rute tersebut ditutup enggak kendaraan bermotor? Terutama jika dilakukan di tempat dengan banyak persimpangan, persimpangan 4, persimpangan 3, ada risikonya,” ia menyebutkan.

Selanjutnya, ia menyoroti pentingnya air minum dan tim medis. “Lalu air minum. Ini juga penting dan harus memadai. Kemudian tim medis. Sekarang ada banyak kompetisi, tim medisnya tidak hanya menunggu kompetisi, sebelum acara diadakan, mereka sudah melakukan persiapan awal, dengan membuat penyuluhan, seperti klinik, para peserta dapat mendengarkan, dan itu adalah bagian dari ekosistem kompetisi saat ini.”

“Jadi, itulah yang ingin kita antisipasi, yang ingin kami berikan kepada para peserta. Kita belajar bersama, mari bergerak maju bersama, agar para peserta aman,” kata Tigor.

Dengan ekosistem yang semakin siap, Tigor berharap dampaknya dapat dirasakan oleh atlet-atlet Indonesia di masa depan. Ia menyebutkan contoh atlet seperti Robi Syianturi, Rikki Simbolon, dan Odekta, yang sejalan dengan latihan mereka. “Sebagai contoh, Robi Syianturi, Rikki Simbolon, Odekta, dan lain-lain sejalan dengan latihan yang mereka lakukan, acara lari itu juga membantu mereka semakin meningkatkan performa. Mereka pun merasa senang.”

“Ajang lari di Indonesia semakin baik. Para pelari Indonesia di belakang Robi dan Rikki juga merasa senang. Semoga dari sisi performa, akan ada Robi Syanturi lainnya, bahkan lebih tunggi lagi prestasinya,” Tigor mengharapkan.

Ia menambahkan bahwa dengan adanya ajang lari yang bagus, beberapa atlet kini berada di level elit World Athletics. Pihak luar pun mulai mengenal ajang ini. “Jadi, mereka ingin datang ke sini. Dan mereka mengundang pelari kitake sana. Ini pun menjadi sebuah sistem. Prestasi jalan, manajemen lomba juga jalan,” tegas Tigor.

Acara ini menegaskan komitmen PB PASI untuk terus memperbaiki standar penyelenggaraan lomba lari jalan raya. Dengan memperhatikan aspek keamanan, kesehatan, dan manajemen, PB PASI berharap Indonesia dapat bersaing di kancah internasional. Kualitas lomba yang meningkat juga akan mendukung atlet Indonesia untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi di masa depan.

Indonesia Road Running Clinic 2026PB PASIkompetisi lari jalan rayamanajemen lombastandar keamanankualitas lombaWorld Marathon Majors

Komentar

Memuat komentar...