Pasis TNI Latih Media & Agroforestri di Purwakarta

Rini S. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 106 dibaca
Bisik.id
Pasis TNI Latih Media & Agroforestri di Purwakarta

Gambar atau konten salah?

16 April 2026 – Di kawasan pegunungan Gunung Hejo dan Gunung Anaga, Kabupaten Purwakarta, 280 Perwira Siswa (Pasis) TNI Angkatan Darat sedang dilatih. Tempat latihan ini dulunya lahan tidur, kini berubah menjadi area hijau produktif.

Latihan tidak sekadar menilai ketangkasan militer. Para Pasis juga diajarkan cara membangun ketahanan pangan dan kemampuan berkomunikasi publik. Mereka memakai seragam lapangan lengkap dan menjalani simulasi konferensi pers, di mana satu peran bisa menjadi Danramil, kepala daerah, atau tokoh masyarakat.

Suasana latihan berbeda. Tidak ada dentuman senjata atau teriakan komando. Sebaliknya, ketegangan muncul saat mereka menjawab pertanyaan seolah di hadapan media. Setiap kata dipertimbangkan, setiap gerak diperhatikan.

Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, Agustinus Purboyo, menegaskan bahwa pembentukan prajurit tidak bisa hanya bertumpu pada kekuatan fisik semata. "Itu menjadi bukti bahwa kemampuan prajurit terus diasah dan ditingkatkan," ujarnya.

Menurutnya, latihan ini dirancang untuk membentuk prajurit yang utuh, memiliki integritas, kecerdasan, serta ketangguhan fisik. Lebih dari itu, mereka juga dituntut mampu memahami kebutuhan masyarakat, termasuk soal ketahanan pangan. "Kalau kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, gizi baik, kesehatan terjaga, maka akan terbentuk ketahanan nasional yang kuat. Ini sejalan dengan konsep kebutuhan dasar manusia," katanya.

Di sela latihan, terlihat deretan tanaman buah yang tumbuh subur. Program agroforestri yang dikembangkan di kawasan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara TNI dan masyarakat. Dari lahan yang sebelumnya tak terurus, kini berdiri kebun produktif dengan ribuan pohon.

Faizah Nahdi, Komisaris PT Buntara Kreasindo, menyebut keberhasilan ini tak lepas dari pendekatan yang melibatkan warga sekitar. "Alhamdulillah masyarakat menyambut baik. Tidak ada resistensi karena semua dilakukan dengan pendekatan yang baik, didampingi Babinsa dan unsur TNI lainnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, lebih dari 13.000 pohon buah telah ditanam di lahan tersebut. Setiap klaster dikelola tenaga kerja lokal, menghadirkan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

Di sisi lain, latihan komunikasi menjadi pengalaman baru bagi para Pasis. Salah satunya, Denny Sopyan, merasakan pentingnya kemampuan berbicara di hadapan publik. "Kami dilatih bagaimana menyampaikan informasi dengan baik kepada media, menghadapi pertanyaan positif maupun negatif, serta menjaga etika dan bahasa agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat," ujarnya.

Di era keterbukaan informasi, kemampuan tersebut menjadi krusial. Seorang prajurit tak hanya dituntut sigap di medan operasi, tetapi juga cermat dalam menyampaikan pesan kepada publik.

Latihan ini menampilkan sinergi antara disiplin militer, pembangunan berkelanjutan, dan keterampilan komunikasi. Melalui program agroforestri, Pasis belajar mengelola sumber daya alam sekaligus menumbuhkan ekonomi lokal. Sementara latihan media menyiapkan mereka menjadi duta TNI yang dapat menjelaskan tugas dan nilai-nilai negara kepada masyarakat. Dengan demikian, latihan ini tidak hanya menajamkan senjata, tetapi juga menumbuhkan pemahaman dan tanggung jawab sosial di kalangan prajurit muda.

PasisTNI Angkatan DaratAgroforestriKetahanan PanganKomunikasi PublikPurwakartaLatihan MediaPembangunan Berkelanjutan

Komentar

Memuat komentar...