Pasuruan Terendam Banjir 1 Meter, Ribuan Desa Terdampak

Arif S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 107 dibaca
Bisik.id
Pasuruan Terendam Banjir 1 Meter, Ribuan Desa Terdampak

Gambar atau konten salah?

Pasuruan mengalami banjir parah di puluhan desa dan kelurahan. Air menembus dinding sungai karena sungai tidak mampu menampung curah hujan lebat. Hujan turun secara merata di hulu dan hilir sejak sore hari 24 Maret 2026.

Data yang dikumpulkan menunjukkan banjir tersebar di beberapa kecamatan di kabupaten. Ketinggian air bervariasi, namun yang paling tinggi mencapai setinggi dada orang dewasa. Beberapa daerah dilaporkan genangan mencapai 1 meter.

Di Kecamatan Rejoso, banjir melanda Desa Sadengrejo, Jarangan, dan Toyaning. Ketinggian air di sana berkisar antara 30 cm hingga 1 meter. "Dini hari banjir mulai 30 cm sampai 100 cm," kata Hudan Dardiri, warga Desa Sadengrejo, pada Rabu 25 Maret 2026.

Di Kecamatan Bangil, banjir menimpa Desa Tambaan, Kelurahan Kalianyar, Kelurahan Kalirejo, Desa Kauman, Desa Latek, Desa Manaruwi, dan Desa Masangan. Air paling tinggi di Bangil mencapai 70 cm.

Di Kecamatan Beji, enam desa dan kelurahan terendam. Desa Beji, Desa Kedungringin, Desa Gununggansir, Kelurahan Pagak, Desa Kedungboto, dan Desa Cangkringmalang dilaporkan banjir. "Beji paling parah," kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, "Ada yang mencapai 110 cm."

Di Kecamatan Winongan, banjir melanda Desa Menyarik, Desa Mendalan, Desa Gading, Desa Minggir, Desa Prodo, Desa Winongan Lor, Desa Winongan Kidul, dan Desa Penataan. Beberapa desa di sini mencatat genangan hingga 80 cm.

Di Kecamatan Grati, Desa Kedawungkulon terkena banjir. Kecamatan Gondangwetan melaporkan banjir di Desa Ranggeh, Desa Wonojati, Desa Bajangan, Desa Pateguhan, dan Desa Sekarputih. Kecamatan Kejayan mencatat banjir di Desa Tanggulangin, Desa Kepuh, dan Desa Kurung. Di Kecamatan Kraton, Desa Sidogiri terendam. Kecamatan Pohjentrek dilaporkan banjir di Desa Sungi. Kecamatan Pasrepan juga mengalami banjir tinggi di Desa Jogorepoh, kata Hari, warga setempat.

Di Kota Pasuruan, banjir melanda banyak kelurahan. Kelurahan Tamanan, Pekuncen, Slagah, Kebonsari, Karangwingko, Blandongan Kepel, dan Sekargadung terdampak. "Terparah di Tamanan dan Kebonsari dan Karangwingko. Tamanan ada yang sepundak orang dewasa," kata Riska, warga Kelurahan Tamanan.

Banjir ini menegaskan betapa pentingnya sistem drainase yang memadai. Air yang menumpuk di daerah ini menunjukkan bahwa infrastruktur masih belum mampu menanggapi hujan lebat. Masyarakat di daerah terdampak harus menunggu upaya perbaikan dan penanganan dari pihak berwenang.

Banjir PasuruanHujan lebatDrainaseKecamatanDesaAir tinggiInfrastruktur

Komentar

Memuat komentar...