Pedagang Pasar Senggol Dipindah ke Gedung Marya Selama 6 Bulan
Gambar atau konten salah?
Di Tabanan, ribuan pedagang Pasar Senggol dipindahkan sementara ke Gedung Kesenian I Ketut Marya mulai Kamis, 21 Mei 2026. Relokasi ini dimulai pukul 16.00 Wita dan berlangsung selama enam bulan, menunggu penyelesaian Terminal Pesiapan yang sedang direvitalisasi.
Tak sedikit yang merasa kebingungan. Kode dan nomor yang dipakai untuk menempatkan lapak membuat banyak pedagang kesulitan menemukan tempat baru. Salah satu pedagang, Senit, sudah berada di lokasi sejak pukul 08.00 Wita untuk mencari lapak barunya. Ia mengaku lapak barunya lebih kecil dibandingkan lapak lamanya di Pasar Senggol.
“Jujur saja lebih ramai di tempat yang lama. Pasti ada perbedaan karena pindah ke tempat baru. Tapi sebagai masyarakat kami harus tetap mengikuti aturan. Jadi belum bisa diprediksi apakah di tempat baru ini masih tetap ramai atau tidak,” ujar Senit. Ia menjual Chili Oil dan telur gulung, sudah berjualan selama tujuh tahun.
Senit menambahkan bahwa pedagang di lokasi sementara ini akan berjualan selama enam bulan sambil menunggu Terminal Pesiapan selesai. “Yang penting nantinya setelah di tempat yang baru, pemerintah bisa mensosialisasikan. Rugi kalau tempat strategis tapi pengunjung tidak ada,” ujarnya.
Pedagang lain, Choirudin, yang telah berjualan di Pasar Senggol sejak 2001, merasakan hal serupa. Ia menjual sosis dan aneka dimsum. “Saya tetap mengikuti saja. Yang penting masih bisa berjualan,” katanya. Ia memperkirakan omzet penjualan akan menurun pada masa awal relokasi. “Ya pasti menurun karena kan baru apalagi pelanggan harus mencari dimana lapak. Kalau di tempat yang lama, pelanggan sudah banyak yang tahu,” jelasnya.
Agung Swadana, Sekretaris Manajemen Pasar Senggol Tabanan, menuturkan bahwa relokasi sudah disampaikan ke seluruh pedagang. Ia menegaskan bahwa pemindahan dimulai Kamis, 21 Mei 2026, mulai pukul 16.00 Wita. “Jadi pemindahan ini karena kawasan Jalan Gajah Mada akan direvitalisasi sehingga tidak ada kegiatan atau keramaian. Sehingga pedagang di Pasar Senggol sementara dipindahkan ke kawasan Gedung Marya,” ujarnya.
Menurut Agung, ada 186 pedagang terdaftar di Pasar Senggol. Sebelum pindah, pihaknya telah mensosialisasikan hal ini dan mengimbau untuk mematuhi peraturan, khususnya soal sampah. Mereka menyediakan transportasi untuk pemindahan barang-barang pedagang. “Hanya residu yang diserahkan ke pengelola, sementara sampah organik dan anorganik dikelola masing-masing pedagang,” pungkasnya.
Relokasi ini diharapkan dapat meminimalisir gangguan di Jalan Gajah Mada, sekaligus memberi waktu bagi pemerintah untuk memperbaiki Terminal Pesiapan. Setelah terminal selesai, seluruh pedagang akan dipindahkan kembali ke lokasi baru tersebut. Pedagang berharap tetap dapat berjualan meski situasi sementara ini menimbulkan pro dan kontra.
Dengan demikian, meski masih dalam masa transisi, para pedagang berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi baru, menjaga kebersihan, dan tetap melayani pelanggan di Gedung Kesenian I Ketut Marya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
