Pedang Emas Abad Keenam Ditemukan di Hove, Norwegia Seni

Dewi M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 76 dibaca
Bisik.id
Pedang Emas Abad Keenam Ditemukan di Hove, Norwegia Seni

Gambar atau konten salah?

Di sebuah pagi di Norwegia, seorang pria sedang berjalan ketika ia menemukan sesuatu yang tak terduga. Di bawah pohon, ia menemukan sebuah gundukan tanah yang tampak biasa, lalu menusuknya dengan tongkat. Tiba‑tiba ia melihat sesuatu yang berkilau.

“Saya melihat sebuah gundukan tanah di bawah pohon dan menusuknya dengan tongkat. Tiba‑tiba saya lihat sesuatu yang berkilau. Saya tidak begitu mengerti apa yang telah saya temukan,” ujar pria itu.

Objek yang ia temukan ternyata adalah sarung pedang berukir emas dari abad keenam, yang panjangnya 6 sentimeter dan beratnya 33 gram. Di permukaan sarung tersebut terdapat ukiran hewan berwujud ular, menandakan bahwa ia mungkin merupakan persembahan ke dewa.

Sejauh ini, hanya 17 benda serupa yang ditemukan di Eropa Utara, dan kebanyakan di antaranya ditemukan bersamaan dengan barang lain.

“Peluang untuk menemukan sesuatu seperti ini sangatlah kecil,” kata Hakon Reiersen, arkeolog di Museum Arkeologi University of Stavanger.

Reiersen menjelaskan bahwa hiasan sarung pedang ini tampak aus, menandakan pemiliknya sering menggunakannya. Ia menyimpulkan bahwa pemiliknya kemungkinan besar adalah seorang pemimpin di daerah tersebut pada paruh pertama abad ke-6 dan memiliki pasukan pengawal setia.

“Siapa pun yang memakai pedang berhiaskan benda ini kemungkinan besar adalah pemimpin di daerah ini pada paruh pertama abad ke-6 dan memiliki pasukan pengawal setia mendampinginya,” tambah Reiersen.

Selama abad keenam, wilayah selatan Norwegia mengalami penurunan populasi signifikan akibat letusan gunung berapi, cuaca dingin berkepanjangan, dan pandemi pes. Salah satu pusat kekuasaan pada masa itu terletak di Hove, tempat kompleks pertanian besar dan banyak artefak emas ditemukan, menunjukkan adanya kalangan elite.

“Dengan mengorbankan benda‑benda luar biasa seperti ini kepada para dewa, para pemimpin di Hove menegaskan status dan kekuasaan mereka,” ujar Reiersen.

Ornamen sarung pedang yang ditemukan di timur laut Hove menampilkan garis lengkung yang tampak seperti serangkaian garis, namun bagian tengahnya menampilkan dua figur hewan dari samping saling berhadapan, yang bisa ditafsirkan sebagai kepala manusia bertubuh hewan. Makhluk tersebut umum digunakan pada paruh pertama abad ke-6.

“Ini pasti dulunya adalah pedang yang luar biasa,” ucap Siv Kristoffersen, profesor emerita Museum Arkeologi University of Stavanger.

Ornamen sarung pedang ini termasuk dalam kelompok benda langka yang ditemukan di Skandinavia, seperti cincin spiral, liontin emas berbentuk cakram, dan ornamen senjata berbentuk harmonika. Para ahli meyakini artefak tersebut sengaja dikubur sebagai persembahan kepada dewa, memohon perlindungan dari bencana alam. Mengingat kedekatan ornamen sarung pedang emas dengan Hove, lokasi tersebut mungkin dulu merupakan pusat ritual yang dapat diakses pemimpin Hove.

“Penemuan baru ini merupakan kepingan teka‑teki lain yang menunjukkan terdapat pusat kekuasaan di sekitar Hove dari 200 hingga 550 Masehi,” tulis Reiersen. Benda tersebut akan dipamerkan di Museum Arkeologi University of Stavanger.

Penemuan ini menambah bukti tentang keberadaan pusat kekuasaan di wilayah selatan Norwegia pada masa awal abad keenam, sekaligus memperkaya pemahaman tentang praktik persembahan dan status sosial elite di Skandinavia pada masa itu.

pedang berukir emasNorwegia selatanabad ke-6Hovearsipologi University of Stavangerpersembahan ke dewaelite Skandinavia

Komentar

Memuat komentar...