Pegadaian Tring! Capai 5 Juta Nasabah, 25 Juta Transaksi
Gambar atau konten salah?
PT Pegadaian terus memperkuat transformasinya di usia ke-125 tahun dengan aplikasi Tring!. Aplikasi ini hadir untuk memudahkan, memperkuat keamanan, dan mengintegrasikan layanan keuangan bagi masyarakat.
Sejak 08 Oktober 2025, Tring! mencatat pertumbuhan signifikan. Hingga 01 Januari 2026 - 31 Maret 2026, lebih dari 5 juta nasabah telah menggunakan aplikasi ini. Total transaksi digital mencapai lebih dari 25 juta, dengan nilai hampir Rp60 triliun.
Direktur TI & Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, menegaskan bahwa inovasi digital adalah bagian penting dalam menjaga relevansi Pegadaian di berbagai generasi.
Penggunaan layanan terus meningkat. Pada 01 Januari 2026 - 31 Maret 2026, lebih dari 4 juta nasabah aktif melakukan transaksi, menghasilkan lebih dari 15 juta transaksi. Angka ini tumbuh 215% secara tahunan, sementara jumlah nasabah aktif naik 183% (yoy).
Sebagai pemimpin di sektor gadai dan emas, Pegadaian menonjolkan fitur emas digital di Tring!. Pada periode 01 Januari 2026 - 31 Maret 2026, transaksi Top Up Tabungan Emas mencapai lebih dari 3,3 ton. Sementara itu, Mulia Ultimate Konvensional tercatat sebesar 500 kg dan Tabungan Emas Rencana sebesar 205 kg.
Transformasi digital juga berdampak pada kinerja bisnis. Outstanding Loan (OSL) melalui Tring! hingga akhir 01 Januari 2026 - 31 Maret 2026 mencapai Rp4,3 triliun, menandakan peningkatan penggunaan kanal digital untuk pembiayaan.
“Pengembangan Tring! merupakan langkah strategis dalam merespons perubahan perilaku konsumen yang kian mengandalkan teknologi. Dengan ekosistem yang terus berkembang, Pegadaian berupaya memastikan akses layanan keuangan dapat menjangkau masyarakat kapan saja dan di mana saja,” imbuhnya.
Dengan memperkuat fitur di aplikasi Tring!, Pegadaian berharap dapat mendorong pertumbuhan transaksi digital, sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Keberhasilan Tring! menunjukkan bahwa transformasi digital yang terencana dapat meningkatkan akses dan volume transaksi, memperkuat posisi perusahaan di pasar keuangan yang terus berubah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
