Pelari BCA Bali Trail Run Ultra Tantang 100K di Puncak Batur
Gambar atau konten salah?
Ratusan pelari BCA Bali Trail Run Ultra memulai perlombaan 100K atau 100,6 kilometer pada sore hari di Batur Natural Hot Spring, Kintamani, Bangli, Bali. Acara ini berlangsung pada 15 Mei 2026 dan memulai di titik start yang juga menjadi garis finis.
Para peserta menempuh jalur pendakian tiga gunung sekaligus: Gunung Batur, Gunung Agung, dan Gunung Abang. Rute ini menantang karena melewati puncak-puncak berapi aktif, menambah ketegangan bagi para pelari.
Setiap pelari dilengkapi GPS tracker yang terhubung langsung ke satelit. Posisi mereka dapat dilacak secara publik melalui situs followmychallenge.com, memastikan keamanan setiap langkah.
“Untuk keamanan ekstra, setiap pelari dibekali dengan GPS tracker. Jadi posisi di mana mereka berlari, sudah diketahui,” kata Eka Darma di Kintamani, Jumat (15 Mei 2026). “GPS tracker menggunakan sinyal langsung dari satelit,” tambahnya.
Setelah menaklukkan jalur pendakian ke puncak Gunung Batur, pelari melanjutkan ke Gunung Agung dan Gunung Abang. Setelah melewati ketiga gunung, mereka kembali ke Batur Natural Hot Spring untuk menyelesaikan lomba.
Ratusan peserta BCA Bali Trail Run Ultra berasal dari berbagai negara. Mereka dilepas oleh Kapolsek Kintamani Kompol Made Dwi Puja dan perwakilan Kementerian Pariwisata tepat pukul 18.00 Wita.
Setengah jam setelah peluncuran, hujan deras mengguyur daerah Kintamani. Kondisi ini menjadi tantangan pertama bagi para peserta saat menempuh jalur pendakian.
“Semua peserta kategori 100 K bukan amatiran. Mereka yang mendaftar wajib punya pengalaman ikut kompetisi serupa minimal di kategori 80 K. Jadi, hanya yang sudah berpengalaman yang ikut serta,” kata Eka Darma.
Puluhan personel Basarnas Bali dikerahkan di sejumlah titik untuk memastikan keselamatan. Semua personel siap mengantisipasi pelari hilang, tersesat, jatuh, atau mengalami kecelakaan di jalur pendakian.
“Ada personel siaga di titik start dan titik finish. Ada juga personel kami yang membantu di Gunung Abang dan lima personel di Gunung Agung,” imbuhnya.
Kapolsek Kintamani Kompol Made Dwi Puja mengungkapkan sebanyak 158 polisi dari Polsek Kintamani dan Polres Bangli juga dikerahkan. Personel kepolisian terbagi dalam tiga regu.
“Tiap regu berisi 46 personel. Penjagaan akan dilakukan 1 x 12 jam. Masing-masing regu itu ada enam orang dari tim SAR,” kata Dwi Puja.
Komite Penyelenggara BCA BTR Ultra, Putu Rio, menegaskan bahwa setiap peserta wajib melengkapi diri dengan sejumlah peralatan wajib. Aturan ini berlaku untuk semua kategori.
“Mereka sudah diwajibkan melengkapi diri dengan mandatory gear,” kata Rio. Menurutnya, perlengkapan yang wajib dibawa berbeda untuk tiap kategori. Peserta kategori 100K harus membawa peralatan lebih lengkap dibandingkan kategori 18K atau 7K.
Rio menjelaskan ada 11 check point tersebar di tiga gunung. “Setiap peserta akan dicek di check point. Apakah bawa gear lengkap, apakah kondisi fisiknya masih memungkinkan untuk lanjut berlari. Kalau head lamp mati atau terlalu lama beristirahat, langsung kami cut. Karena diprediksi sudah kelelahan dan sebagainya,” pungkasnya.
Acara ini menampilkan kombinasi tantangan alam, persiapan teknis, dan koordinasi keamanan yang ketat. Para pelari harus mengandalkan pengalaman, peralatan, dan sistem pelacakan GPS untuk menyelesaikan rute 100,6 kilometer yang melewati puncak-puncak berapi aktif di Bali.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
