Pelatnas Sepeda Asian Games 2026 Berjalan Meski Dipangkas
Gambar atau konten salah?
Indonesia Cycling Federation (ICF) menegaskan bahwa program latihan nasional (Pelatnas) balap sepeda menuju Asian Games 2026 tetap berjalan meski anggaran dipangkas secara besar.
Menurut Sekretaris Jenderal ICF, Jadi Rajagukguk, federasi tetap berkomitmen melanjutkan program latihan atlet hingga Asian Games Nagoya yang digelar pada 19 September 2026 hingga 4 Oktober 2026. Awalnya, ICF mengusulkan anggaran sebesar Rp120 miliar untuk mempersiapkan tim balap sepeda. Dana tersebut direncanakan untuk membiayai 26 atlet, delapan pelatih, serta tim pendukung di berbagai disiplin balap sepeda.
Lokasi latihan dibagi ke beberapa daerah. Nomor trek dilaksanakan di Yogyakarta dan Jakarta, MTB di Temanggung, BMX di Jakarta dan Banyuwangi, sementara nomor road race dipusatkan di Jakarta dan Bandung. Namun, usulan anggaran tidak terpenuhi sepenuhnya. Pemerintah awalnya hanya menyanggupi Rp27 miliar, dan realisasi yang diterima saat ini disebut baru mencapai Rp 4,1 miliar.
Pengurangan anggaran berdampak pada agenda try out atau latih tanding. Jadi menjelaskan, “angka atletnya tetap, cuma jumlah try outnya saja yang dikurangi. Dari target awal 8-10 untuk masing-masing cabang disiplin. Jadi sekitar 1-2 latih tanding yang akan dijalani hingga Agustus nanti per masing-masing cabang.” Ia dijumpai di Menara Danareksa, Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
Ia juga menegaskan bahwa federasi harus bertanggung jawab menjaga program latihan atlet tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran pemerintah. “Kalau kemarin-kemarin pemerintah membantu, ya alhamdulillah. Sekarang, jika pemerintah budgetnya tidak memungkinkan, kami telah melapor ke pimpinan, ya kami tetap siap, kami tetap berkomitmen untuk melanjutkan Pelatnasnya hingga Asian Games,” ujarnya.
“Malah 26 atlet ini di luar (latihan) mandiri. Sekitar 8 atau 9 orang. Nanti kan ada seleksi lagi untuk promosi-degradasi, makanya kami kejar terus sampai akhir Agustus. Awal September lah sudah clear mempersiapkan diri menuju Asian Games,”
Pengurangan anggaran tidak hanya memengaruhi balap sepeda. Cabang atletik juga mengalami pengurangan agenda try out, meski atlet tetap menjalani latihan di Stadion Atletik Pangalengan. Sementara itu, cabang akuatik memilih memulangkan atlet ke klub masing-masing sambil menunggu solusi terkait pendanaan Pelatnas.
Keputusan ICF menunjukkan bahwa meski dana terbatas, federasi tetap menegaskan komitmen untuk menyiapkan atlet balap sepeda Indonesia menghadapi Asian Games 2026. Fokus utama tetap pada pelatihan intensif dan seleksi akhir pada awal September, memastikan atlet siap bersaing di tingkat Asia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bagnaia Jalani Operasi Lengan saat Libur MotoGP
BKB Rekrut Eks UFC, Incar Ekspansi ke Indonesia
Marc Marquez Yakin Motor 850cc Bisa Lebih Cepat di Sachsenring
Atlet Asian Games 2026 Tinggal di Kapal Pesiar
Veda Ega: Honda Unggul di Tikungan Cepat
Mario Aji dan Veda Ega Siap Balapan di MotoGP Mandalika
