Peluang Doa di Titik Mustajab Makkah untuk Setiap Haji
Gambar atau konten salah?
Makkah al‑Mukarramah bukan sekadar kota suci, melainkan tempat di mana jutaan jemaah berkumpul untuk memanjatkan doa. Bagi banyak orang, menjejakkan kaki di tanah suci menjadi impian yang tak terlukiskan. Di sinilah konsep titik mustajab muncul, yaitu lokasi-lokasi yang diyakini memiliki keutamaan khusus untuk berdoa.
Istilah mustajab berasal dari bahasa Arab yang berarti “dapat diterima”. Dalam konteks ibadah, titik-titik mustajab dianggap lebih berkesempatan memohon hajat karena kedekatannya dengan sejarah dan ibadah para nabi. Ulama besar, seperti Hasan Al‑Bashri, menegaskan bahwa ada dua belas tempat utama di sekitar Baitullah yang paling mustajab.
Berikut daftar enam titik mustajab di sekitar Ka'bah:
- Multazam
- Di Bawah Mizab (Talang Emas)
- Hijir Ismail (Hathim)
- Maqam Ibrahim
- Lintasan Tawaf (Mathaf)
- Saat Memandang Ka'bah
Multazam terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Di sana, jemaah sering mengangkat tangan, meneteskan air mata, dan memohon dengan penuh harap. Di Bawah Mizab berada di bawah talang air yang mengalir ke Hijir Ismail. Berdoa di bawah pancuran ini dipercaya membawa rahmat melimpah. Hijir Ismail merupakan setengah lingkaran yang secara hukum termasuk bagian dalam Ka'bah; berdoa di sini setara dengan berada di dalam Baitullah. Maqam Ibrahim adalah batu bekas pijakan Nabi Ibrahim AS. Setelah menunaikan tawaf, jemaah dianjurkan melaksanakan salat dua rakaat di belakangnya dan memanjatkan doa. Lintasan Tawaf mencakup setiap putaran tujuh kali mengelilingi Ka'bah; setiap momen menjadi waktu yang mustajab untuk berzikir dan berdoa. Akhirnya, Saat Memandang Ka'bah adalah momen pertama kali melihat Ka'bah, yang diyakini sangat mustajab untuk berdoa.
Selanjutnya, ada enam titik mustajab sepanjang lintasan Sai antara Bukit Safa dan Marwah, tempat jemaah memperbanyak doa sambil berlari kecil:
- Bukit Shafa dan Marwah
- Area Lampu Hijau (Lintasan Sai)
- Sumur Zamzam
- Puncak Tempat Mustajab Saat Ibadah Haji
Di Bukit Shafa dan Marwah, jemaah haji dianjurkan menghadap Ka'bah dan berdoa sebelum melanjutkan sai. Area Lampu Hijau merupakan bagian kecil di lintasan Sai di mana lampu hijau menandai titik lari. Di sana, jemaah tidak hanya menunaikan sunah, tetapi juga dianjurkan memperbanyak doa. Sumur Zamzam memiliki keutamaan tersendiri. Dalam sebuah hadis disebutkan: “Air zamzam sesuai dengan niat peminumnya.” Karena itu, jemaah dianjurkan minum sambil berdoa sesuai hajat. Puncak Tempat Mustajab Saat Ibadah Haji merujuk pada puncak rangkaian ibadah haji di Padang Arafah, tempat jutaan jemaah berkumpul untuk berdoa dan bermunajat.
Berikut tiga titik mustajab utama dalam rangkaian ibadah haji:
- Padang Arafah
- Muzdalifah dan Mina
- Area Jamarat
Di Padang Arafah, wukuf menjadi rukun haji sekaligus momen paling istimewa. Hadis riwayat Tirmidzi menyatakan: “Sebaik‑baik doa adalah doa pada hari Arafah.” Setelah Arafah, jemaah menuju Muzdalifah dan Mina, tempat yang lebih tenang dan ideal untuk bermunajat, terutama pada malam hari. Akhirnya, di Area Jamarat, setelah melontar jumrah ulama dan wusta, jemaah dianjurkan berdoa menghadap kiblat. Momen ini menjadi simbol kemenangan melawan godaan setan dan waktu untuk memohon kepada Allah.
Dalil dan rujukan ulama menegaskan bahwa doa tidak akan ditolak di sejumlah lokasi tersebut. Hasan Al‑Bashri menyebutkan bahwa doa di tempat-tempat seperti tawaf, Multazam, Di Bawah Mizab, di dalam Ka'bah, sumur zamzam, Maqam Ibrahim, Shafa, Marwah, sai, Arafah, Muzdalifah, dan Mina memiliki keutamaan. Imam Al‑Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menekankan pentingnya adab dan kekhusyukan saat berdoa di tempat-tempat tersebut.
Adab berdoa di tanah suci meliputi beberapa hal. Pertama, khusyuk dan fokus; jangan bermain ponsel atau berfoto. Kedua, mengangkat tangan sebagai bentuk kerendahan diri. Ketiga, mengawali dengan pujian kepada Allah dan selawat Nabi. Keempat, yakin doa akan dikabulkan tanpa keraguan. Jemaah haji juga diingatkan untuk tidak memaksakan diri di tengah kerumunan hanya demi mencapai titik tertentu. Keikhlasan dan ketulusan hati tetap menjadi hal utama dalam berdoa.
Jika kondisi tidak memungkinkan mendekati lokasi tertentu seperti Multazam atau Hijir Ismail, jemaah dapat menghadap ke arah Ka'bah dan memanjatkan doa dengan khusyuk. Allah Maha Mendengar, di mana pun hamba-Nya berdoa.
Dengan memahami dua belas titik mustajab di Makkah, diharapkan ibadah haji maupun umrah menjadi lebih bermakna. Semoga setiap doa yang dipanjatkan dikabulkan dan perjalanan ibadah berjalan lancar serta mabrur.
ihc/irb
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
