Pemadaman Listrik Sumatera Selatan Kejadian 22 Mei 2026

Bayu K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 392 dibaca
Bisik.id
Pemadaman Listrik Sumatera Selatan Kejadian 22 Mei 2026

Gambar atau konten salah?

Pemadaman listrik yang terjadi di Sumatera Selatan pada malam 22 Mei 2026 menimbulkan ketidaknyamanan bagi banyak warga. Gangguan ini muncul setelah terjadinya masalah transmisi di wilayah Dumai-Muara Bungo. Sejak saat itu, listrik di beberapa daerah mulai kembali normal, namun tidak semua area terpengaruh sekaligus.

Wilayah yang terdampak paling parah meliputi sebagian Kota Palembang, rumah susun di Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Ilir Barat I, Kalidoni, dan Sematang Borang. Selain itu, daerah Plaju, Kecamatan IT II, Mariana Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba) mengalami blackout total. Lubuklinggau, Ogan Ilir, dan Lahat juga dilaporkan kehilangan pasokan listrik.

Gangguan ini terjadi setelah maghrib dan berlanjut hingga malam hari. Akibatnya, distribusi air bersih ke masyarakat juga terganggu. Banyak rumah yang mengalami pemadaman sekaligus tidak dapat memanfaatkan layanan air, menambah beban bagi warga yang sedang beraktivitas.

Abidin, seorang warga Jalan Merdeka di Palembang, mengungkapkan kekecewaannya. “Kami kecewa karena listrik mati mendadak. Di rumah lagi ada hajatan keluarga, tamu banyak. Tidak ada pemberitahuan sama sekali dari PLN,” kata dia kepada wartawan pada hari 22 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa listrik pada pukul 19.00 WIB belum kembali menyala, membuat keluarganya kesulitan melanjutkan acara. “Jelas terganggu. Kami jadi repot karena semua aktivitas pakai listrik. Harapan kami listrik cepat hidup lagi,” ungkapnya.

Warga Jakabaring bernama Doni juga merasakan dampak serupa. “Kalau listrik mati, jaringan sinyal juga susah. Internet lemot, telepon juga terganggu,” jelasnya. Doni menyebutkan bahwa ia sempat mencari informasi melalui media sosial. “Saya lihat di media sosial ternyata bukan cuma Palembang, tapi katanya dari Lampung sampai Aceh juga mati lampu,” ujarnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Iwan Arissetiadi, Manajer Humas PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (S2JB), menjelaskan bahwa pemadaman disebabkan oleh gangguan transmisi kelistrikan. “Sedang ada gangguan transmisi, tapi tidak seluruhnya hnya berdampak,” kata Iwan saat dikonfirmasi pada hari 22 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa setelah gangguan di Dumai-Muaro Bungo, listrik di Palembang sudah kembali normal semalam.

Luluk, warga Sematang Borang, berbagi pengalaman pribadinya. “Sudah menyala lagi semalam. Memang sempat padam,” kata Luluk pada hari 23 Mei 2026. Ia mengaku khawatir karena pernah mengalami pemadaman lama di Palembang sebelumnya. “Khawatir juga karena Palembang kan pernah kejadian seperti ini (listrik padam) sampai beberapa jam. Tapi syukurnya pemadaman listrik ini tidak berlangsung lama,” ujarnya. Luluk berharap kejadian serupa tidak terulang. “Ya kalau listrik padam, bukan hanya lampu saya yang mati bisa juga jaringan internet. Semoga ini tidak terjadi lagi,” tambahnya.

Peristiwa ini menyoroti betapa pentingnya infrastruktur transmisi listrik yang andal. Ketidakpastian pasokan listrik dapat memengaruhi aktivitas sehari‑hari, layanan publik, dan konektivitas digital. Penanganan cepat oleh PLN dan koordinasi antara pihak terkait menjadi kunci untuk meminimalisir dampak di masa depan.

Pemadaman ListrikSumatera SelatanDumai-Muara BungoPalembangPLNTransmisiBlackout

Komentar

Memuat komentar...