Pembangunan Jembatan Garuda di Aceh Tamiang 79,9% Selesai

Cahyo S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 47 dibaca
Bisik.id
Pembangunan Jembatan Garuda di Aceh Tamiang 79,9% Selesai

Gambar atau konten salah?

Jembatan Gantung Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Sekerak Kiri dan Desa Bandar Mahligai di Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, kini sudah mencapai 79,90 persen pembangunan. Jembatan ini berpanjang 240 meter dan melintang di atas Sungai Tamiang.

Jembatan ini dibangun setelah jembatan lama runtuh akibat banjir pada akhir November 2025. Putusnya jembatan sebelumnya menghambat mobilitas warga serta berdampak pada aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat, kata Kapendam Iskandar Muda Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal dalam keterangannya, 25 Maret 2026.

Menurut Mustafa, semua tahapan awal sudah selesai. Pembersihan lokasi, pemasangan boplang, penggalian lubang deadman, parit sling, dan pembangunan pondasi tiang gapura telah mencapai 100 persen. Pekerjaan konstruksi utama seperti pembuatan deadman, pemasangan sling deadman, pembentangan seling, serta pengecoran lubang deadman dan gapura juga sudah selesai sepenuhnya. Struktur gapura, termasuk piramid dan tembok gapura, sudah selesai dengan capaian 100 persen.

Para prajurit TNI dan masyarakat setempat telah menambahkan besi palangan serta reling turunan di titik A dan titik B. Pekerjaan lanjutan masih berlangsung secara bertahap: pemasangan gelagar memanjang sudah mencapai 50 persen, pemasangan seling rawaian 80 persen, dan pemasangan papan pijakan 30 persen. Pemasangan ram kawat masih berada pada tahap awal (0 persen), sementara pemasangan plang anjuran, plang identitas jembatan, dan pengecatan telah mencapai 40 persen.

Seluruh material yang dibutuhkan dalam pembangunan jembatan ini telah berhasil didroping 100 persen ke lokasi pekerjaan, sehingga tidak terdapat kendala berarti dalam hal ketersediaan bahan. Hal ini menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran proses pembangunan di lapangan, jelas Mustafa. Material drop ini memastikan bahwa proses konstruksi tidak terhambat oleh kekurangan bahan.

Mustafa berharap akses transportasi masyarakat dapat kembali normal bahkan lebih baik setelah jembatan gantung ini selesai. Ia juga mengharapkan jembatan ini mempercepat distribusi hasil pertanian, mempermudah akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Sekerak secara berkelanjutan.

Dengan progres pembangunan yang terus meningkat secara konsisten, diharapkan Jembatan Gantung Perintis Garuda dapat segera diselesaikan tepat waktu dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Kehadiran jembatan ini tidak hanya menjadi sarana penghubung fisik antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan, kemajuan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang,

Jembatan ini menjadi contoh nyata bagaimana infrastruktur dapat memperbaiki kehidupan sehari‑harian warga, menghubungkan desa, dan membuka peluang ekonomi baru di wilayah yang sebelumnya terisolasi.

Jembatan Gantung Perintis GarudaPembangunan 79,90%Sungai TamiangPemerintah Kabupaten Aceh TamiangDeadmanInfrastruktur transportasiPertanianPerekonomian

Komentar

Memuat komentar...