Pembersihan dan Penertiban Monumen Perjuangan Bandung

Fitri A. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 68 dibaca
Bisik.id
Pembersihan dan Penertiban Monumen Perjuangan Bandung

Gambar atau konten salah?

Monumen Perjuangan Bandung akan mengalami penataan ulang yang meliputi kebersihan lingkungan dan pengaturan pedagang kaki lima. Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung memulai proyek ini dengan membersihkan kawasan dari sampah, spanduk, dan baliho.

Sabtu, 25 April 2026, puluhan petugas kebersihan masih bekerja di Monju. Mereka sibuk membersihkan saluran air dan jalan yang penuh sampah. Pekerjaan ini dilakukan oleh tenaga dari Biro Umum Setda dan petugas kebersihan kota.

“Arahan dari pimpinan adalah untuk mensterilkan kebersihan, jadi sektor‑sektor yang memang kumuh, yang memang tidak bersih, kami wajib membersihkannya,” ujar Fajar Destian Firdaus, koordinator Monju. Ia menegaskan bahwa pembersihan tidak memiliki batas waktu tertentu dan akan dilanjutkan sampai kawasan Monju benar-benar bersih.

Fajar menambahkan, “Sampai beres karena Pak Gubernur arahannya semua harus selesai secepat mungkin, tidak boleh menyisakan sampah. Kami pun tidak boleh dulu libur sebelum area bersih,” ia menyatakan. Arahan ini datang langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Di sisi lain, Herman Suryatman, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, menyampaikan bahwa Monju harus terbebas dari pedagang, termasuk pasar mingguan yang rutin digelar tiap Minggu pagi. Penataan saat ini difokuskan pada pembongkaran lapak PKL dan menjaga kebersihan kawasan.

Herman menegaskan, “Yang penting saya fokus ke penataan PKL dan kebersihan. Ini sedang berjalan,” ia berkata. Ia juga menyebutkan bahwa proses penertiban akan dilakukan secara bertahap dan melibatkan pedagang secara langsung.

Menurut Herman, banyak pedagang yang bersedia membongkar lapak mereka sendiri. Ia menambahkan, “Alhamdulillah teman‑teman PKL bagus, kemarin ada yang bongkar sendiri, ada yang dibantu. Termasuk pembongkaran (lapak) semi permanen di depan Unpad,” ia katakan.

Herman juga menjelaskan bahwa kawasan Monju akan dijaga ketat oleh petugas keamanan agar tidak ada pedagang yang kembali berjualan setelah penataan selesai. Aktivitas pasar mingguan yang biasa ada tiap Minggu pagi akan dihilangkan sesuai arahan gubernur.

Penataan Monumen Perjuangan Bandung mencakup pembersihan menyeluruh, penghapusan pedagang kaki lima, dan pengawasan ketat. Langkah ini diharapkan menciptakan ruang publik yang bersih dan aman bagi warga dan pengunjung.

Monumen Perjuangan BandungPembersihanPenataan UlangPedagang Kaki LimaPemerintah Jawa BaratGubernur Dedi MulyadiLapak PKL

Komentar

Memuat komentar...