Pembongkaran Makam Waliyullah Djiro Di Wonocolo Viral
Gambar atau konten salah?
20 April 2026 menjadi tanggal penting bagi warga Sidoarjo ketika seorang pria membongkar makam Waliyullah Djiro Joyo Ulomo di kawasan Pasar Wonocolo, Kecamatan Taman. Makam tersebut terletak di Jalan Raya Stasiun Sepanjang dan menjadi sorotan setelah video pembongkaran tersebar di media sosial.
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Wonocolo segera membuka suara. Ketua LPMK, Farid Makruf, menyatakan belum mengetahui kronologi pasti pembongkaran tersebut. Ia mengaku sedang berada di luar kota saat kejadian.
“Saya kemarin di Malang, jadi tidak tahu persis kapan dibongkar, apakah sore atau malam. Sampai sekarang ini masih dalam proses pencarian informasi,” ujar Farid ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya.
Farid menambahkan bahwa sejak kecil ia sudah mengenal lokasi tersebut sebagai area makam. Ia mengingat pernah ada atap atau payon di atasnya sebelum pasar di Wonocolo berdiri.
“Setahu saya, sebelum ada pasar itu sudah ada makam di situ. Dari kecil saya sudah lihat. Bahkan dulu sempat dibuatkan semacam atap atau payon,” jelasnya. Namun, ia belum menemukan kajian atau bukti ilmiah mengenai keberadaan jenazah di sana.
“Sejarahnya belum pernah ditelusuri secara mendalam. Belum ada penggalian atau penelitian apakah benar ada jenazah di situ atau tidak,” tambah Farid. Ia menegaskan bahwa pembongkaran tidak pernah dimusyawarahkan dengan warga atau perangkat kelurahan.
“Sepengetahuan saya tidak ada koordinasi sama sekali. Warga tahunya ya sudah dibongkar setelah viral di media sosial,” tegasnya. Farid mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi tentang pelaku atau status makam tersebut.
“Kalau tidak tahu, jangan membuat statement yang ngawur. Kita tunggu saja hasil penelusuran. Sampai sekarang belum ada keterangan resmi dari pemerintah maupun tokoh masyarakat,” ujarnya. Ia juga meminta bukti ilmiah jika dugaan bahwa lokasi tersebut hanya petilasan.
“Kalau memang itu makam, ya harus dihormati dan dikembalikan. Tapi kalau tidak, mari dibuktikan secara jelas. Jangan hanya berdasarkan opini,” imbuhnya. Farid berharap pemerintah turut turun tangan menelusuri kebenaran sejarah lokasi dan menindak pelanggaran bila ditemukan.
Polisi telah turun ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Polsek Taman mengonfirmasi adanya kejadian tersebut. Iptu Adri Tri Sasongko menegaskan bahwa pihak kepolisian sedang menindaklanjuti pengaduan terkait pembongkaran makam yang viral di media sosial.
Pelaku pembongkaran makam berinisial SA (45), warga Kalijaten, masih belum diidentifikasi secara publik. Polisi menyatakan akan menelusuri jejak pelaku dan menindak jika terbukti melanggar hukum.
Dengan latar belakang sejarah yang belum terverifikasi, situasi ini menimbulkan ketidakpastian bagi warga. Pemerintah dan aparat masih menunggu hasil penyelidikan untuk memutuskan langkah selanjutnya, baik itu pemulihan makam maupun tindakan hukum terhadap pelaku pembongkaran.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai