Pemerintah Alokasikan Beasiswa Rp3 Miliar untuk 150.000 Guru

Guntur P. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 65 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Alokasikan Beasiswa Rp3 Miliar untuk 150.000 Guru

Gambar atau konten salah?

Di sebuah upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 yang digelar di Taman Blambangan, Banyuwangi, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan, agen pembelajaran dan peradaban.

“Kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan, agen pembelajaran dan peradaban,” ujar Mu'ti. Ia menekankan bahwa pemerintah menempatkan pemenuhan kualifikasi serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru sebagai kebijakan strategis dalam mendukung implementasi program Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) guna mendorong mutu pendidikan nasional.

Untuk memenuhi kualifikasi guru, pemerintah memberikan beasiswa sebesar Rp 3 juta tiap semester bagi guru-guru yang belum memiliki pendidikan Diploma IV atau Strata 1 (S1). Para guru dapat mengikuti program rekognisi pembelajaran lampau di kampus yang memenuhi ketentuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pada tahun 2025, beasiswa dialokasikan untuk 12 500 guru, sementara pada tahun 2026 akan disalurkan kepada 150 000 guru.

Selain beasiswa, Mu'ti mengungkapkan berbagai pelatihan yang disediakan bagi guru. Pelatihan tersebut meliputi Pembelajaran Mendalam, Bimbingan Konseling, Koding dan Kecerdasan Artifisial, Kepemimpinan Sekolah, serta Bahasa Inggris. Di sisi kesejahteraan, pemerintah terus memperkuat skema sertifikasi guru dengan peningkatan nilai tunjangan yang kini ditransfer langsung setiap bulan. Guru honorer pun mendapatkan insentif rutin bulanan.

“Semua kebijakan dimaksudkan agar guru dapat melaksanakan tugas dengan tenang dan baik,” kata Mu'ti. Ia juga memaparkan sejumlah kebijakan strategis lain, termasuk program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.

Program PHTC bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dengan dukungan sarana yang memadai. “Revitalisasi dan digitalisasi dimaksudkan agar pembelajaran berlangsung dalam lingkungan fisik yang nyaman dan sarana yang memadai. Berbagai teori pendidikan menyebutkan bahwa lingkungan belajar yang nyaman dan sarana yang memadai merupakan faktor penting yang mendukung motivasi dan keberhasilan belajar,” katanya.

Pada tahun 2025, Program Pembangunan dan Revitalisasi telah dilakukan untuk 16 167 satuan pendidikan. Program Digitalisasi Pembelajaran melalui penyediaan papan interaktif digital (PID) telah didistribusikan dan dipergunakan di lebih dari 288 000 satuan pendidikan.

Pembelajaran Mendalam juga perlu diintegrasikan dengan penguatan karakter melalui penciptaan budaya dan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, baik fisik, sosial, maupun spiritual. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto tentang budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), kita bangun atmosfer sekolah sehingga bisa menjadi rumah kedua bagi semua murid.

“Kita bangun atmosfer sekolah sehingga bisa menjadi rumah kedua bagi semua murid,” ujarnya. Ia menekankan bahwa sekolah adalah sarana membangun integrasi dan kohesi sosial melalui layanan pendidikan yang inklusif, holistik, dan saling menghormati. Karena itu, diperlukan usaha bersama agar sekolah bebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan.

Program penguatan karakter yang dijabarkan Mu'ti meliputi:

  • Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH)
  • Makan Bergizi Gratis (MBG)
  • Pagi Ceria
  • Upacara Bendera
  • Pramuka untuk pembentukan jiwa dan kepemimpinan
  • Penguatan karakter melalui experiential learning dan hidden curriculum

Ia juga melanjutkan, “Kementerian juga meluncurkan album lagu anak dan lagu-lagu yang menumbuhkan semangat dan hidup rukun, toleransi, dan saling menghormati. Melalui lagu, nilai‑nilai utama dapat terinternalisasi ke dalam jiwa dan kepribadian.”

Kebijakan strategis lainnya menitikberatkan pada peningkatan kualitas pembelajaran dan capaian pendidikan melalui gerakan literasi dan numerasi, STEM (Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika) serta Tes Kemampuan Akademik (TKA). TKA tidak hanya mengukur kemampuan akademik secara individual dan kelembagaan, tetapi juga menjadi alat evaluasi untuk intervensi peningkatan mutu pendidikan serta penilaian bagi pelanjut studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Berbagai lomba olahraga dan seni juga diselenggarakan untuk mengembangkan bakat dan minat serta jiwa kesatria. Pemerintah terus memperluas akses pendidikan agar lebih inklusif dan fleksibel. Berbagai skema seperti sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh (PJJ), sekolah terbuka, hingga komunitas belajar disediakan untuk menjangkau peserta didik dengan berbagai keterbatasan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga memberikan layanan untuk anak-anak berkebutuhan khusus dengan peningkatan sekolah inklusi, sekolah luar biasa, dan pendidikan inklusi berkeadilan berbasis masyarakat.

Melalui serangkaian kebijakan ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa guru memiliki kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan yang memadai, sementara lingkungan sekolah menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan mendukung pengembangan karakter. Dengan demikian, harapan adalah mutu pendidikan nasional dapat terus meningkat melalui kombinasi antara kualitas tenaga pendidik, fasilitas belajar yang memadai, dan nilai-nilai karakter yang kuat di setiap siswa.

GuruPembelajaran MendalamDigitalisasi PembelajaranPHTCKualifikasi GuruBeasiswaKesejahteraan GuruASRI

Komentar

Memuat komentar...