Pemerintah & Vantara Tingkatkan Kesehatan Satwa Bandung Zoo
Gambar atau konten salah?
Bandung Zoo terus menjadi fokus perhatian dalam penanganan kesehatan satwa. Pemerintah Kota Bandung mengajak lembaga konservasi Vantara untuk memastikan semua prosedur berjalan optimal.
Baru-baru ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung mengadakan diskusi bersama tim veteriner Vantara. Pertemuan tersebut juga melibatkan dokter hewan gabungan dari RSH Cikole, BBKSDA Jabar, serta tim dokter hewan di Bandung Zoo.
Diskusi berfokus pada pendekatan penanganan satwa di kebun binatang. Tujuannya adalah agar pertukaran ilmu dan pengalaman antarpraktisi dapat meningkatkan standar kesejahteraan satwa. Gin Gin Ginanjar, kepala DKPP, menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara terkoordinasi dan terus dipantau.
“Penanganan satwa dilakukan oleh tim dokter hewan secara terkoordinasi dan terus dipantau perkembangannya. Secara umum kondisi satwa dalam keadaan terkendali dan seluruh langkah penanganan dilakukan berdasarkan pertimbangan medis yang komprehensif,” kata Gin Gin Ginanjar pada Kamis (30 April 2026).
Ia menegaskan bahwa dokter hewan yang berwenang terus memantau kondisi satwa. Penanganan kesehatan satwa didasarkan pada hasil pemeriksaan medis yang menyeluruh. “Ke depan, dukungan kolaborasi dari berbagai pihak yang memiliki komitmen terhadap kesehatan dan kesejahteraan satwa tentunya masih sangat kami perlukan,” ujarnya.
Peran Vantara bersifat kolaboratif. Lembaga ini memberikan dukungan teknis dan berbagi pengalaman internasional dalam pengelolaan kesehatan satwa. Pendekatan ini selaras dengan kerja sama yang telah dilakukan Vantara bersama pemerintah Indonesia, termasuk Kementerian Kehutanan, dalam penanganan kesehatan satwa liar dan penguatan fasilitas konservasi.
Drh. Shafira Permata, tim veteriner Vantara, menekankan pentingnya kolaborasi antarpraktisi. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi elemen kunci untuk memastikan kualitas penanganan kesehatan satwa. Selain berpartisipasi dalam diskusi teknis, Vantara menyerahkan dukungan tambahan berupa vitamin dan obat-obatan untuk menjaga ketersediaan kebutuhan medis di Bandung Zoo.
“Kami percaya bahwa kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk otoritas lokal dan para praktisi veteriner, merupakan kunci dalam memastikan setiap penanganan satwa dilakukan secara tepat dan berbasis pada standar animal welfare yang baik. Kehadiran kami di sini adalah untuk berbagi pengalaman dan mendukung proses yang sudah berjalan,” ujar Shafira.
Secara keseluruhan, proses pemantauan dan penanganan kesehatan satwa di Bandung Zoo tetap berjalan terkoordinasi oleh tim dokter hewan yang berwenang. Pelibatan berbagai pihak bertujuan memastikan kesejahteraan satwa tetap menjadi prioritas utama.
Inisiatif ini menegaskan komitmen pemerintah kota dan lembaga konservasi untuk menjaga kesehatan satwa. Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, harapannya kebun binatang dapat menjadi contoh pengelolaan satwa yang baik di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
