Pemerintah Beri Subsidi EV, Target Pertumbuhan Q2 2026

Wati N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 52 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Beri Subsidi EV, Target Pertumbuhan Q2 2026

Gambar atau konten salah?

Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, mengumumkan rencana insentif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua tahun 2026. Rencana ini bertujuan menjaga momentum yang didapat pada kuartal pertama, di mana pertumbuhan mencapai 5,61% secara tahunan.

Insentif yang sedang dipikirkan meliputi motor dan mobil listrik. Skema distribusinya akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan persetujuan. “Beberapa insentif sedang dipikirkan oleh pemerintah, salah satunya di sektor otomotif dan motor, ini nanti kita akan laporkan kepada bapak presiden,” kata Airlangga dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa, 05 Mei 2026.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa tahap awal insentif akan diberikan kepada 200 ribu kendaraan listrik, dengan 100 ribu unit untuk mobil dan 100 ribu unit untuk motor. Motor subsidi akan mendapatkan Rp 5 juta, sementara mobil masih dalam pembahasan. “Kira kira untuk mobil listrik akan kita kasih berapa? 100 ribu subisidi pertama. Kalau habis, kita kasih lagi. Motor listrik juga sama, 100 ribu pertama kita akan kasih. Berapa? Rp 5 juta,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA.

Airlangga menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal kedua akan didorong melalui belanja pemerintah. Selain insentif, pencairan gaji ke-13 yang dijadwalkan mulai Juni 2026 juga diharapkan menjadi penopang. “Untuk pertumbuhan di kuartal II-2026 memang salah satu yang akan kita genjot adalah belanja pemerintah karena tahun lalu basis dari belanja pemerintah rendah dan kuartal I-2026 belanja pemerintah menjadi penopang. Ini juga akan menjadi penopang di kuartal II-2026,” tutur Airlangga.

Investasi juga menjadi fokus. Airlangga menyoroti bahwa investasi di kuartal pertama naik 7%, dan berharap angka tersebut dapat dipertahankan di kuartal kedua. Ia juga mengingatkan komitmen investasi sebesar Rp 540 triliun yang diperoleh dari kunjungan Presiden ke AS, Jepang, dan Korea. “Kita ketahui bahwa investasi di kuartal I-2026 naik 7%, berharap nanti ini bisa kita bawa ke kuartal II dan kemarin dalam kunjungan bapak presiden di beberapa negara AS, Jepang, Korea juga ada komitmen Rp 540 triliun yang akan terus kita kejar untuk mengejar realisasi investasi tersebut,” imbuh Airlangga.

Untuk menjaga momentum, kebijakan fiskal akan dioptimalkan. Airlangga menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2026 adalah 5,4%. “Kuartal II belum bikin proyeksi. Jadi kita kuartal I dulu saja dan Indonesia berhasil meng-outbeat ekspektasi dari berbagai lembaga,” pungkasnya.

Dengan strategi ini, pemerintah berharap dapat menstabilkan pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global. Fokus pada insentif kendaraan listrik, pencairan gaji ke-13, dan peningkatan belanja pemerintah diharapkan menjadi pendorong utama. Investasi asing dan domestik juga menjadi bagian penting dalam upaya mencapai target 5,4% untuk tahun 2026.

Insentif kendaraan listrikPertumbuhan ekonomiMotor listrikBelanja pemerintahInvestasi 540 triliunGaji ke-13Pengeluaran fiskal

Komentar

Memuat komentar...