Pemerintah Daftarkan WFH Satu Hari Mingguan untuk Hemat BBM

Ani R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 47 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Daftarkan WFH Satu Hari Mingguan untuk Hemat BBM

Gambar atau konten salah?

Setelah menegakkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pasca Lebaran, pemerintah menyatakan akan menerapkan Work From Home (WFH) satu hari dalam seminggu. Langkah ini dimaksudkan untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.

Harga minyak melambung tinggi, memaksa pemerintah mencari cara efisiensi. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa WFH satu hari dalam seminggu akan membantu mengurangi mobilitas pekerja. Ia berkata, “Dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja. Di mana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home dalam satu hari dalam 5 hari kerja.”

Pernyataan itu diambil pada rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 19 Maret 2026. Airlangga menambahkan bahwa kebijakan ini masih dalam tahap penyusunan teknis, sehingga belum ada tanggal pelaksanaan yang pasti.

Meskipun WFH diharapkan meluas, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan berlaku untuk semua sektor. Airlangga menjelaskan, “Kebijakan ini memang diharapkan dapat diterapkan secara luas, tidak hanya untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga pekerja swasta dan pemerintah daerah.”

Untuk menyesuaikan dengan karakter masing-masing sektor, Menteri Koordinator Sumber Daya Manusia Prasetyo Hadi menambahkan, “Dan perlu saya luruskan juga ya bahwa apa namanya itu berlakunya nanti kan untuk sektor-sektor tertentu ya. Jadi supaya tidak disalahpahami bahwa misalnya sektor yang berbentuk pelayanan, sektor industri, perdagangan tentu itu kan mungkin tidak menjadi bagian dari kebijakan-kebijakan tersebut.”

Keputusan akhir tentang skema WFH akan diumumkan setelah seluruh persiapan dianggap matang dan siap diterapkan. Sementara itu, pemerintah memperkirakan efisiensi penggunaan BBM bisa mencapai sekitar 20% dari konsumsi harian, terutama karena berkurangnya mobilitas masyarakat.

Menko Airlangga menegaskan bahwa penerapan WFH akan bersifat fleksibel dan sangat bergantung pada perkembangan situasi global, khususnya harga minyak dunia dan kondisi geopolitik di Timur Tengah. Kebijakan ini akan terus dievaluasi dan dapat disesuaikan sewaktu-waktu mengikuti kondisi yang berkembang.

Dengan demikian, pemerintah berharap WFH satu hari dalam seminggu dapat membantu mengurangi konsumsi BBM, sekaligus menyesuaikan diri dengan dinamika pasar minyak global. Kebijakan ini masih dalam tahap persiapan teknis, dan detail akhir akan diumumkan setelah semua persiapan dianggap matang.

Work From HomeBBMharga minyakefisiensimobilitassektorpemerintah

Komentar

Memuat komentar...