Pemerintah Mulai WFH Satu Hari per Minggu 2026, Dampak Ojol

Tika M. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Mulai WFH Satu Hari per Minggu 2026, Dampak Ojol

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Indonesia akan memulai kebijakan work from home (WFH) satu hari per minggu mulai setelah Lebaran 2026. Surat edaran resmi diperkirakan akan diterbitkan dalam waktu dekat, menandai langkah baru dalam upaya efisiensi bahan bakar di tengah ketidakpastian harga minyak global.

Di balik kebijakan tersebut, banyak pihak menilai akan ada dampak signifikan bagi pengemudi ojek online, atau ojol. Permintaan layanan ojol diperkirakan akan menurun ketika lebih banyak orang bekerja dari rumah, sehingga pendapatan pengemudi bisa terpengaruh.

Menurut Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, "Tidak dipungkiri akan adanya penurunan pendapatan pengemudi ojol saat diberlakukannya WFH 2026 ini," ia menyatakan. Ia menambahkan bahwa penurunan tersebut dapat mencapai 30 persen bagi sebagian pengemudi.

Ia juga menjelaskan, "Menurut perkiraan kami akan ada dampak berupa penurunan pendapatan dengan kisaran 10-30% dari pendapatan normal, yang akan terdampak pada sektor ride hiling atau layanan penumpang," Raden Igun menegaskan bahwa penurunan ini akan terasa di seluruh jaringan ojol.

“Hal ini yang harus dicarikan solusi dari berbagai pihak terkait, berkurangnya pendapatan hingga 30% akan menjadi beban bagi keluarga para ojol,”

Raden Igun mengingatkan bahwa situasi serupa tidak asing bagi para pengemudi. Pada masa pandemi COVID-19 antara 2020 dan 2022, kebijakan WFH 100% diberlakukan, menurunkan pendapatan ojol secara drastis. Ia menyatakan bahwa pengalaman tersebut membuat para pengemudi lebih adaptif terhadap krisis.

Rencana pemerintah menargetkan satu hari kerja dari rumah setiap minggu, sebagai bagian dari upaya menghemat energi. Kebijakan ini merupakan respons terhadap arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya penghematan energi, terutama di tengah ketidakpastian pasokan minyak akibat konflik di Timur Tengah.

Secara keseluruhan, kebijakan WFH satu hari per minggu diharapkan dapat menurunkan konsumsi BBM, namun juga menimbulkan tantangan bagi pengemudi ojol yang bergantung pada pendapatan harian. Pemerintah dan asosiasi pengemudi perlu mencari solusi agar dampak negatif dapat diminimalkan, memastikan kesejahteraan keluarga pengemudi tetap terjaga.

Work from Home (WFH)Pengemudi Ojek Online (ojol)Penghematan BBMPendapatan PengemudiKebijakan Pemerintah IndonesiaPrabowo SubiantoDampak EkonomiPandemi COVID-19

Komentar

Memuat komentar...