Pemerintah Siapkan WFH Satu Hari Mingguan Setelah Lebaran
Gambar atau konten salah?
Pemerintah pusat berencana menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam satu minggu setelah Lebaran, sebagai upaya efisiensi anggaran akibat kenaikan harga minyak yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengungkapkan bahwa kebijakan ini sudah berjalan sejak sebelum pandemi. “Sebenarnya WFH satu hari dalam satu minggu sudah berlangsung dari sebelum-sebelumnya,” ujarnya pada Rabu, 25 Maret 2026.
Nasution menjelaskan bahwa hari kerja WFH yang sebelumnya ditentukan secara fleksibel kini akan kembali ditetapkan oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Namun, bila pemerintah pusat memutuskan hari tertentu, OPD akan mengikuti keputusan tersebut. “Namun biasanya harinya kan tidak ditentukan, kemarin kita sampaikan tergantung kepada OPD masing-masing, apalagi ada pelayanan. Namun kalau misalnya harinya sudah diatur dalam satu hari kita akan mengikutinya,” tambahnya.
Di tingkat pusat, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya ditujukan bagi aparatur sipil negara (ASN), melainkan juga bagi perusahaan swasta dan pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya efisiensi waktu kerja di tengah harga minyak yang tinggi. “Kemudian yang terakhir terkait dengan kajian, bahwa dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja. Di mana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home. Dalam satu hari dalam 5 hari kerja,” kata Airlangga setelah rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 19 Maret 2026.
Airlangga menyatakan bahwa teknis pelaksanaan kebijakan ini sedang disiapkan. “Nah itu teknisnya sedang akan disiapkan, karena ini diharapkan juga tidak hanya ASN tetapi juga swasta dan juga Pemda-Pemda,” ujarnya. Ia belum mengumumkan tanggal pasti pelaksanaannya, menegaskan bahwa keputusan akan diambil setelah menilai situasi di Timur Tengah. “Pasca lebaran, tapi nanti kita akan tentukan kapan waktunya,” jelasnya.
Menurut Airlangga, kebijakan WFH akan menurunkan penggunaan bahan bakar minyak secara signifikan. Ia memperkirakan pemerintah dapat menghemat sekitar 1/5 dari pengeluaran BBM harian. “Karena itu ada penghematan dari segi apa, penggunaan mobilitas dari bensin, penghematannya cukup signifikan seperlima, seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan,” tambahnya.
Dengan mengurangi perjalanan ke kantor, pemerintah berharap dapat menekan biaya operasional sekaligus mengurangi emisi karbon. Kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas kerja bagi pegawai dan mendukung pencapaian target penghematan energi nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Habonaron: Kepercayaan Asli Simalungun yang Masih Hidup
Rekrutmen Bintara TNI AL Gelombang III 2026: Daftar Sekarang
Pemadaman Listrik Medan Akibat Hujan Deras, PLN Pengerjaan
Banjir di Jalan Meteorologi: Kendaraan Terjebak Tinggi Paha
Banjir Deras Hujan Malam 3 Juni Rendam Jalan Medan Helvetia
Berita Terbaru
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
