Pemerintah Uji WFH Satu Hari Mingguan, Target 20% Hemat BBM
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Pemerintah Indonesia akan menerapkan kerja dari rumah (WFH) satu hari dalam seminggu untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Rencananya, kebijakan ini akan dimulai setelah momen libur Lebaran. Hari persisnya masih dalam tahap kajian. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa setelah WFH berjalan, konsumsi BBM bisa ditekan sekitar 20 %.
“Ada hitungan kasar sekali, bukan saya yang hitung. Kalau kasar lah seharian, lupa saya, tapi seperlimanya, 20 % kira‑kira,” ujar Purbaya setelah salat Idul Fitri di Masjid Salahuddin, Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Jakarta, pada 21 Maret 2026.
Program WFH akan berlaku bagi aparatur sipil Negara (ASN) maupun pegawai swasta. Namun, tidak semua sektor pekerjaan bisa menerapkan WFH; hal ini masih sedang dikaji oleh pemerintah.
Purbaya menjelaskan bahwa kemungkinan WFH satu hari dalam seminggu akan diterapkan pada Jumat. “Pasalnya, setelah Jumat, lanjut Sabtu & Minggu yang biasanya libur,” tambahnya.
Ia juga menambahkan bahwa “Jumat kan ditambah Sabtu-Minggu jadi 3 hari itu lumayan tuh untuk aktivitas di rumah, dan mungkin turisme juga akan terdorong sedikit.”
Dengan adopsi WFH, pemerintah berharap dapat mengurangi konsumsi BBM dan memberi waktu lebih bagi karyawan untuk beraktivitas di rumah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Harga Emas Antam Naik Tipis Rp 4.000 per Gram
Pegadaian Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Ajang In-House Counsel Awards 2026
Kemendag Gandeng Barantin untuk Dongkrak Ekspor
BGN Aktifkan 980 Dapur Gizi di 16 Provinsi, Waspada Calo
IHSG Anjlok 8%, Bursa Efek Indonesia Trading Halt
Kemenkop Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Masuk Anggaran
