Pemerintah Uji WFH Satu Hari Pekan untuk Hemat BBM

Endah K. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 43 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Uji WFH Satu Hari Pekan untuk Hemat BBM

Gambar atau konten salah?

Jakarta, 27 Maret 2026 – Pemerintah Indonesia akan menerapkan skema Work From Home (WFH) satu hari setiap pekan. Keputusan ini muncul sebagai respons terhadap krisis energi yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan kebijakan ini kemungkinan akan diaktifkan pada hari Jumat setiap minggu. Ia menekankan bahwa tujuan utamanya adalah menghemat bahan bakar minyak (BBM) bagi seluruh sektor publik.

“Kalau kita pilih Jumat dan itu kan, Jumat, jadi pasti ada penghematan BBM. Berapa persen, saya nggak tau, bisa berubah-ubah tergantung harga minyak,” ungkap Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada hari Jumat (27 Maret 2026).

Purbaya tidak memberikan angka pasti penghematan, menegaskan bahwa nilai tersebut akan bergantung pada fluktuasi harga minyak dunia. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan mengganggu perekonomian nasional.

“Nggak (tidak mengganggu perekonomian), kalau kita pilih dengan cermat,” kata Purbaya. Ia menambahkan bahwa WFH tidak akan diterapkan di sektor-sektor yang memerlukan kehadiran fisik, seperti pabrik dan layanan publik.

Menurutnya, sektor-sektor tersebut tetap akan beroperasi secara normal, sehingga produktivitas nasional tidak akan terpengaruh secara signifikan.

Purbaya menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto memantau rencana ini secara langsung. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini akan segera diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

“WFH sudah kan Pak Presiden monitor langsung gitu. Ini sebentar lagi diumumkan oleh Pak Menko Perekonomian,” tutup Airlangga.

Dengan pengaturan WFH satu hari per minggu, pemerintah berharap dapat menurunkan konsumsi BBM tanpa menurunkan produktivitas. Kebijakan ini mencerminkan upaya negara untuk menanggulangi krisis energi sambil menjaga stabilitas ekonomi.

Work From HomeBBMkrisis energiPemerintah IndonesiaMenteri KeuanganPrabowo Subianto

Komentar

Memuat komentar...