Pemerintah Umumkan WFH Satu Hari Mingguan bagi PNS dan PPPK
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan bahwa kebijakan kerja dari rumah (WFH) akan diumumkan pemerintah akhir bulan ini.
Kebijakan ini direncanakan berlaku satu hari per minggu bagi aparatur sipil negara (PNS dan PPPK) dan menjadi imbauan bagi karyawan swasta.
“Nanti segera, sebelum April,” jawab Airlangga singkat saat ditemui wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, 27 Maret 2026.
Airlangga enggan menyebutkan secara pasti kapan kebijakan WFH akan diumumkan. Ia harus melaporkan rencana tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto siang ini di Istana Kepresidenan.
“Kira‑kira minggu ini,” tegasnya sebelum berjalan memasuki mobil dinasnya menuju Istana Kepresidenan.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan kebijakan WFH ini sudah disetujui mayoritas kabinet dan tinggal menunggu ditetapkan saja. Persetujuan disepakati dalam rapat koordinasi yang dilakukan di tingkat kementerian dan lembaga (K/L) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
“Saya nggak mau menyebutkan, itu kemarin pun sebenarnya sudah ada, hampir mengarah kepada mayoritas setuju (WFH) di satu hari yang sama,” ujar Tito di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, 25 Maret 2026.
Tito mengatakan ada beberapa stimulus ekonomi yang akan dilakukan pemerintah, hanya saja masih enggan membuka seperti apa bentuk stimulus yang akan diberikan. Ia bilang hasil kesepakatan rapat koordinasi akan dilaporkan terlebih dahulu ke Presiden Prabowo Subianto.
“Tapi saya nggak nyampaikan, sekali lagi karena itu harus dilaporkan lagi hasil rapat kemarin ke bapak presiden,” kata Tito.
Tito melanjutkan, kebijakan‑kebijakan yang sudah ditetapkan dalam rapat tersebut sudah hampir final. Kini kabinet tinggal menunggu keputusan Prabowo, setelah itu baru diumumkan.
“Setelah nanti Pak Presiden mengambil keputusan, baru nanti akan diumumkan. Siapa yang ditunjuk untuk mengumumkan, apakah Menko Ekonomi atau Mensesneg, itu saya nggak tahu. Jadi, saya tidak pada kapasitas untuk menjelaskan,” papar Tito.
Rencana WFH ini bertujuan menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan menurunkan jejak karbon. Dengan satu hari kerja dari rumah, harapannya dapat mengurangi perjalanan harian pejabat dan karyawan swasta, sekaligus menekan penggunaan kendaraan pribadi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Produksi Minyak Nasional 576k BOPD, Masih Di Bawah Target
Berita Terbaru
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Beasiswa AGRTPS 2026: 5 Slot Buka, Pendaftaran Hingga 18 Juni
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
