Pemerintah Wajibkan WFH Swasta Hemat BBM Mulai 1 April
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Pemerintah Indonesia mengumumkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi sektor swasta, sebagai upaya menghemat BBM akibat konflik di Timur Tengah yang belum mereda.
Dalam konferensi pers online yang diadakan di Seoul, Korea Selatan, Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Perekonomian, menyatakan bahwa kebijakan ini akan disahkan melalui surat edaran (SE) dari Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli:
"Penerapan WFH bagi sektor swasta ini diatur lebih lanjut melalui surat edaran Menteri Ketenagakerjaan dengan tetap memperhatikan karakteristik dan kebutuhan masing-masing sektor usaha," ujar Airlangga pada Selasa, 31 Maret 2026.
Selain mengatur WFH, SE tersebut akan mengajak perusahaan swasta untuk menerapkan gerakan efisiensi energi di tempat kerja. Airlangga menambahkan, meski tidak merinci detailnya, bahwa:
"Pengaturan melalui SE Menteri Ketenagakerjaan juga mencakup gerakan efisiensi penggunaan energi di tempat kerja," jelasnya.
Namun, beberapa sektor tetap dikecualikan dari kebijakan WFH. Airlangga menjelaskan bahwa sektor layanan publik seperti kesehatan, keamanan, kebersihan, serta sektor strategis seperti industri, energi, air, bahan pokok, makanan minuman, perdagangan, transportasi, logistik, dan keuangan harus tetap beroperasi di kantor atau lapangan. Ia menyatakan:
"Terdapat sektor-sektor yang dikecualikan dari WFH dan tetap bekerja dari kantor atau lapangan yaitu sektor layanan publik seperti kesehatan, keamanan, kebersihan, serta sektor strategis seperti industri atau produksi, energi, air, bahan pokok, makanan minuman, perdagangan, transportasi, logistik dan keuangan," kata Airlangga.
Peraturan ini mulai berlaku pada Rabu, 01 April 2026. Pemerintah akan mengevaluasi kebijakan ini setelah dua bulan pelaksanaan, yakni pada 01 Juni 2026. Evaluasi dan pengaturan teknis akan dituangkan dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Menteri pan RB, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Ketenagakerjaan.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat menekan konsumsi BBM dan mempromosikan penggunaan energi yang lebih efisien di lingkungan kerja sektor swasta.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Debat Akhir HIPMI 2026: Kandidat BPP Bersaing Pasar Modal
PINDEX 2026: Pertamina Patra Niaga Pamer Teknologi Energi
IHSG Turun 4,15% Menembus Support 5.735, Investor Khawatir
Harga Emas Antam 24K Turun Rp15.000 per Gram di Bursa
Rupiah Tertekan, Dolar Naik, BI Terapkan Threshold Valas
IHSG Turun 1,46% di Pagi, Masuk Zona Merah, Menurunkan 86 Poin
Berita Terbaru
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ternyata Miliki Aset Berlimpah
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Enam Pemancing Diselamatkan Setelah Perahu Terbalik Buleleng
Bernardo Silva: Barcelona & Atlético bersaing keputusan 2026
Debat Akhir HIPMI 2026: Kandidat BPP Bersaing Pasar Modal
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Mourinho Jadi Pelatih Real Madrid, Bek Konate & Dumfries
