Pemkab Banyuwangi Hindari Kantong Plastik Saat Kurban
Gambar atau konten salah?
Pemkab Banyuwangi mengajak warga mengurangi penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban. Pemerintah daerah menekankan penggantian dengan wadah alternatif seperti besek bambu, daun pisang, daun jati, atau wadah lain yang ramah lingkungan.
"Kita ingin mulai membiasakan warga mulai sadar untuk membatasi penggunaan plastik sekali pakai. Gunakan wadah yang bisa dipakai berkali-kali untuk mengurangi sampah plastik," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu, 27 Mei 2026. Bupati menegaskan bahwa mengurangi sampah plastik menjadi langkah penting bagi kebersihan lingkungan.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Bayu Hadiyanto, menambahkan bahwa pihaknya mendorong panitia kurban, baik di lingkungan Pemkab maupun masjid dan musala, untuk mulai menggunakan wadah yang lebih ramah lingkungan sebagai pengganti bungkus daging kurban. "Wadah seperti besek, daung pisang, daun jati, hingga kantong kertas selain lebih alami juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai," ujarnya.
Jika penggunaan plastik masih belum bisa dihindari, Bayu menyarankan masyarakat memilih wadah yang dapat dipakai ulang agar tidak langsung menjadi sampah. "Harga plastik naik cukup tinggi dan ini bisa menjadi momentum beralih ke wadah alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Atau paling tidak menggunakan wadah yang bisa digunakan kembali," jelasnya.
DLH juga mengimbau masyarakat yang mengambil daging kurban membawa wadah sendiri dari rumah untuk membantu menekan penggunaan kantong plastik sekali pakai. "Mari kita biasakan mulai sekarang ciptakan lingkungan lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan dengan mengurangi sampah plastik," ajaknya.
Inisiatif ini menyoroti peran warga dalam mengurangi limbah plastik, sekaligus memanfaatkan bahan alami yang dapat dipakai kembali. Dengan langkah sederhana seperti membawa wadah sendiri, masyarakat dapat berkontribusi langsung pada kebersihan lingkungan dan pengurangan sampah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
