Pemprov Sulsel Luncurkan Imunisasi Massal 5.000 Anak Gowa
Gambar atau konten salah?
Pemprov Sulawesi Selatan akan mengadakan imunisasi bagi 5.000 anak di wilayah Gowa, kabupaten di provinsi yang sedang mengalami lonjakan kasus campak. Program ini ditujukan khusus untuk anak-anak yang belum pernah menerima vaksin, atau yang disebut zero dose.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa koordinasi dengan Dinas Kesehatan akan segera dilakukan. Ia berkata, “Iya, kita nanti akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Ini kita lagi kejar zero dose untuk semua anak-anak kita supaya imunisasi‑imunisasi itu bisa betul‑betul minimal memiliki imunisasi dasar ya.”
Untuk mencapai target, pemprov menurunkan tim ke 16 titik Puskesmas di Kabupaten Gowa. “Kita sudah turunkan kemarin di contoh sampel itu di wilayah Gowa. Ada sekitar 16 titik kita kirim untuk 5.000 anak target,” jelasnya.
Hingga saat ini, progres imunisasi di wilayah percontohan tersebut sudah mencapai 50 %. Pemerintah terus mempercepat pelayanan agar target 5.000 anak segera tuntas.
“Alhamdulillah sekarang sudah 50% untuk zero dose‑nya. Jadi bagaimana anak‑anak itu tidak ada dari 5.000 target tadinya tidak diimunisasi, sekarang kita masukkan imunisasi,” ungkap Sudirman.
Di sisi lain, pemprov masih melakukan validasi data mengenai daerah dengan temuan kasus campak tertinggi. “Ini masih kita pelajari tentang karena ini kan campak kan data, data ya tentu kita terus harus mencari datanya,” pungkasnya.
Penularan campak di Sulawesi Selatan kini menjadi perhatian serius. Empat daerah sudah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) penularan campak.
Dinas Kesehatan Sulsel mencatat total 169 kasus yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Kepala Dinkes, Evi Mustikawati Arifin, mengatakan, “Jumlah kasus campak di Sulsel sampai tanggal 8 April sebanyak 169 yang tersebar di beberapa kabupaten kota. Adapun daerah yang melaporkan KLB yaitu Kota Makassar, Sinjai, Luwu, Wajo.”
Dengan langkah imunisasi massal dan pemantauan data yang terus diperkuat, pemprov Sulsel berusaha menekan penyebaran campak dan melindungi anak‑anak di wilayahnya. Program ini diharapkan dapat menurunkan angka zero dose dan memperkuat sistem kesehatan masyarakat di daerah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Weton Tulang Wangi: Tradisi Penanggalan Jawa Tetap Ada
Cek Bansos: Aplikasi Monitoring Bantuan Sosial di Ponsel
Doa Akhir Tahun 1448 H Dibaca Setelah Ashar 15 Juni 2026
1 Muharram 1448 H: 16 Juni 2026, Momen Amal dan Refleksi
Raker Apeksi Komwil VI Kendari Tetapkan Tiga Langkah
Berita Terbaru
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
