Pemuda 19 Tahun Jual Nasi Goreng Viral di Pasar Malam Yantai

Dedi S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
Pemuda 19 Tahun Jual Nasi Goreng Viral di Pasar Malam Yantai

Gambar atau konten salah?

Seorang pemuda berusia 19 tahun bernama Lu menjadi sorotan publik di China karena cara uniknya menjual nasi goreng. Ia memakai setelan jas lengkap dasi, rambut klimis, dan sering mengarahkan mata ke kamera sambil menambahkan bahan ke dalam wajan.

Lu memulai usaha ini pada usia 17 tahun, ketika ia menjadi tulang punggung keuangan keluarganya. Sejak hari itu, ia menjual nasi goreng setiap hari di pasar malam Yantai, China.

Awalnya, ia memakai jas karena ingin tampil lebih rapi dan berbeda dari pedagang lain. Namun, penampilannya yang necis menjadi ciri khas yang membuatnya viral di internet.

Setiap hari, Lu mampu menjual sekitar 200 porsi nasi goreng. Harga satu porsi adalah 10 yuan, setara dengan sekitar Rp 26.000. Dengan penjualan harian tersebut, omzet bulanan mencapai 50 ribu yuan, atau sekitar Rp 129 juta.

Setelah dikurangi biaya operasional, keuntungan bersih diperkirakan mencapai 20 ribu yuan, setara dengan Rp 51,7 juta per bulan. Jumlah ini membuat Lu menjadi contoh sukses bagi pedagang kaki lima.

Ayah Lu turut membantu menyiapkan bahan sebelum dimasak. Ia membantu menyiapkan nasi, telur, sayuran, dan bumbu, sehingga Lu dapat fokus pada proses memasak.

Awalnya, netizen meragukan apakah Lu benar-benar berjualan. Untuk membuktikannya, ia melakukan siaran langsung saat memasak. Siaran tersebut menarik perhatian banyak orang.

“Mereka mungkin datang karena ingin tahu. Namun, yang membuat mereka pada akhirnya kembali lagi karena rasanya,” kata Lu. Ia menambahkan bahwa ia awalnya berpakaian rapi hanya untuk menambah kesan meriah pada jualannya.

Dengan gaya memasak yang teatrikal, Lu berhasil mengumpulkan 46 ribu pengikut di media sosial. Postingan tentang nasi gorengnya mendapat lebih dari 190 ribu suka.

Keunikan penampilannya membuat banyak pelanggan datang ke lapaknya hanya untuk melihat. Mereka tertarik pada kombinasi penampilan rapi dan rasa yang lezat.

Lu menyatakan bahwa ia tidak menyangka responsnya akan sedahsyat itu. Ia masih menganggap dirinya hanya pedagang biasa yang mencoba tampil beda.

Berbagai komentar di media sosial menilai penampilannya sebagai inovasi sederhana namun efektif. Banyak yang menganggap Lu sebagai contoh bagaimana kreativitas dapat meningkatkan penjualan.

Keberhasilan Lu menunjukkan bahwa pendekatan yang berbeda, meski sederhana, dapat menarik perhatian pasar. Ia tetap fokus pada kualitas makanan dan pelayanan pelanggan.

Dengan pendapatan yang stabil, Lu kini dapat membantu keluarganya lebih baik. Ia juga berencana memperluas usaha dengan menambah variasi menu.

Keberhasilan Lu menjadi inspirasi bagi pedagang lain yang ingin meningkatkan penjualan melalui cara unik dan menarik.

Lunasi gorengpenjualaninovasipasar malam Yantaiviralpedagang kaki lima

Komentar

Memuat komentar...