Penambangan Emas Tradisional Meningkat di Batang Kampar
Gambar atau konten salah?
Video yang menunjukkan warga menambang emas di pinggir sungai menjadi viral. Lokasi pengambilan di aliran Batang Kampar, Nagari Galugur, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Aktivitas penambangan dilakukan secara tradisional.
Warga terpaksa beralih menjadi penambang karena harga gambir anjlok. Gambir selama ini menjadi mata pencaharian utama di daerah tersebut.
Menurut Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, fenomena ini memang terjadi. Ia menegaskan bahwa penambangan emas secara tradisional tidak akan terlalu bermasalah.
"Yang harus dilakukan pengawasan ketat itu kan penambangan emas menggunakan alat berat. Kalau secara tradisional itu kan tidak terlalu parah. Tapi kita akan tetap melakukan pengawasan," kata Mahyeldi kepada wartawan di Istana Gubernur Sumbar, Rabu, 08 April 2026.
Ia juga menyatakan akan berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk melakukan pengawasan tambang tradisional tersebut.
"Memang saya mendapatkan laporan adanya penurunan harga gambir. Maka dari itu kita dari pemerintah mencarikan solusi dengan pengolahan gambir di sini," ujarnya.
Harga gambir di Sumatera Barat turun drastis beberapa pekan terakhir. Biasanya Rp 75 ribu per kilogram, kini anjlok lebih dari 50 persen menjadi antara Rp 20 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram.
Mahyeldi menyebut penyebab penurunan harga diperkirakan karena konflik antara Iran dengan Amerika dan Israel di Timur Tengah. "Mungkin penyebabnya bisa itu. Tapi yang jelas memang harga gambir itu merosot karena tujuan ekspor kita hanya India dan Pakistan saja," tambahnya.
Solusi yang sedang disiapkan adalah pendirian pabrik pengolahan gambir menjadi barang jadi atau setengah jadi.
"Untuk itu, kita masih menunggu dari Kementerian. Kabarnya sudah ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditugaskan untuk membuat pabrik pengolahan gambir," kata Mahyeldi.
Video ini menyoroti dampak ekonomi lokal ketika harga bahan baku utama turun. Penambangan tradisional menjadi alternatif sementara bagi warga yang kehilangan penghasilan.
Pengawasan dan pengembangan fasilitas pengolahan diharapkan dapat menstabilkan pendapatan masyarakat serta mengurangi ketergantungan pada penambangan liar.
Situasi ini menunjukkan bagaimana perubahan pasar global dapat memengaruhi mata pencaharian daerah. Pemerintah daerah berusaha menanggapi dengan solusi infrastruktur dan koordinasi lintas lembaga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Jaga Kolam Ikan Rumah Bersih: Tips Pembersihan dan Nutrisi
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Habonaron: Kepercayaan Asli Simalungun yang Masih Hidup
Rekrutmen Bintara TNI AL Gelombang III 2026: Daftar Sekarang
Pemadaman Listrik Medan Akibat Hujan Deras, PLN Pengerjaan
Berita Terbaru
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
